Berita

Program BISA Vokasi yang digelar Telkom di Tarakan. (Foto: Humas Telkom)

Nusantara

Telkom Perkuat Kompetensi Digital Guru Lewat Program BISA Vokasi

SENIN, 29 JUNI 2026 | 19:28 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Seiring pesatnya transformasi digital di sektor pendidikan, kebutuhan akan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi semakin penting bagi para tenaga pendidik. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tahun 2026, penggunaan AI untuk mendukung kegiatan pembelajaran di Indonesia meningkat secara signifikan menjadi 43,98 persen, naik hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 21,84 persen. 

Sementara itu, pemanfaatan AI untuk hiburan tercatat sebesar 29,52 persen, sebagai asisten virtual dalam pekerjaan sebesar 13,48 persen, serta untuk mendukung produktivitas umum sebesar 12,37 persen. Data tersebut menunjukkan bahwa AI telah menjadi salah satu teknologi utama yang mendorong transformasi sistem pendidikan di Indonesia.

Merespons perkembangan tersebut, Telkom Indonesia terus berkontribusi dalam memperkuat kesiapan sumber daya manusia Indonesia melalui berbagai inisiatif pendidikan berbasis teknologi. 


Mengusung semangat Bersama Jadi Bisa, Telkom menghadirkan Pilar BISA PandAI yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan talenta digital. Salah satu implementasinya diwujudkan melalui Program BISA Vokasi, yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi digital melalui pelatihan, reskilling, dan upskilling bagi pendidik, pelajar, mahasiswa, hingga calon talenta digital agar siap menghadapi kebutuhan industri di era transformasi digital.

Sebagai bagian dari implementasi program tersebut, Telkom menyelenggarakan Pelatihan AI untuk Guru di Tarakan pada 17-18 Juni 2026 yang diikuti oleh 200 guru dari berbagai jenjang pendidikan. Program ini bertujuan membekali para pendidik dengan pemahaman dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi AI secara bijak, etis, dan aplikatif sehingga mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif, serta relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital.

Pelaksanaan pelatihan dirancang secara komprehensif melalui tiga rangkaian kegiatan utama, yaitu seminar, diskusi interaktif, dan asesmen pembelajaran. Pada sesi seminar, peserta memperoleh materi mengenai peran AI dalam dunia pendidikan, etika pemanfaatan teknologi, keamanan data, serta teknik menyusun prompt yang efektif untuk mendukung proses belajar mengajar. 

Sementara itu, sesi diskusi menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus membahas tantangan dan peluang implementasi AI di lingkungan sekolah. Sebagai penutup, peserta mengikuti asesmen sebelum dan sesudah pelatihan guna mengukur peningkatan kompetensi sekaligus mengevaluasi efektivitas program.

Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia, Hery Susanto, mengatakan sebagai perusahaan digital, Telkom Indonesia meyakini bahwa teknologi akan memberikan manfaat maksimal ketika didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki kompetensi untuk memanfaatkannya. 

“Melalui Pilar BISA PandAI dan Program BISA Vokasi, kami ingin membekali para pendidik dengan keterampilan digital yang relevan agar mampu mengintegrasikan AI secara bijak, etis, dan bertanggung jawab dalam proses pembelajaran. Kami percaya, guru yang adaptif terhadap teknologi akan menjadi kunci dalam mencetak generasi digital Indonesia yang unggul, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan," kata Hery dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.

Program ini merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Telkom Indonesia dalam mendukung transformasi pendidikan nasional melalui penguatan kompetensi digital masyarakat. Sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan, inisiatif ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. 

Ke depan, Telkom Indonesia akan terus memperluas kolaborasi dan menghadirkan berbagai program pengembangan talenta digital guna menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing global.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya