Berita

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Bisnis

Pemerintah Siapkan Tambahan Likuiditas Rp100 Triliun untuk Perbankan

SENIN, 29 JUNI 2026 | 13:21 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Penguatan likuiditas perbankan menjadi salah satu langkah yang disiapkan pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global. 

Selain memperpanjang penempatan dana pemerintah di perbankan hingga akhir 2026, pemerintah juga menyiapkan tambahan dana siaga sebesar Rp100 triliun apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Keuangan Juda Agung usai rapat koordinasi perekonomian bersama pimpinan DPR, Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Bank Indonesia, serta sejumlah kementerian di Kompleks Parlemen, Senin, 29 Juni 2026. 


Juda mengatakan kondisi fiskal nasional masih berada dalam kondisi yang sehat. Hingga Mei 2026, defisit anggaran tercatat 0,7 persen dan diperkirakan tetap berada di bawah batas 3 persen sampai akhir tahun.

"Kondisi fiskal itu masih sangat terjaga dengan baik. Defisit hingga bulan Mei kemarin 0,7 persen dan diperkirakan sampai dengan akhir tahun juga masih di bawah 3 persen," kata Juda.

Dalam rapat tersebut, pemerintah juga memutuskan memperpanjang penempatan dana pemerintah di perbankan sebesar Rp281 triliun hingga Desember 2026. Selain itu, disiapkan tambahan likuiditas Rp100 triliun sebagai dana siaga.

"Setelah dievaluasi diambil kesimpulan bahwa dana pemerintah di perbankan akan dikembalikan lagi, yang kemarin Rp281 triliun akan dikembalikan lagi Rp281 triliun dan diperpanjang hingga akhir 2026, Desember 2026. Di samping itu ada tambahan Rp100 triliun sebagai standby in case diperlukan," ujarnya.

Menurut Juda, langkah tersebut diambil untuk memastikan likuiditas perbankan tetap terjaga sehingga penyaluran kredit kepada dunia usaha tidak terganggu.

Ia menyebut permintaan kredit dari sektor perbankan masih cukup tinggi sehingga dukungan likuiditas dinilai penting agar pertumbuhan kredit tetap berada di level dua digit.

"Perbankan masih memerlukan likuiditas untuk menyalurkan kredit karena informasi dari perbankan permintaan kredit itu masih cukup tinggi, tetapi likuiditas perlu dijaga agar bank bisa menyalurkan pertumbuhan kredit," ucapnya.

Juda menambahkan, pertumbuhan kredit per Mei 2026 mencapai 11,5 persen dan pemerintah berharap tren tersebut dapat terus berlanjut pada bulan-bulan berikutnya.

"Oleh sebab itu likuiditas memang benar-benar harus tetap terjaga di perbankan," katanya.


Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya