Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

SENIN, 29 JUNI 2026 | 10:57 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga kontrak berjangka minyak sawit mentah (CPO) di Malaysia kembali mencatatkan kenaikan untuk sesi kedua secara beruntun. Lonjakan ini dipicu oleh apresiasi harga minyak nabati rival serta reli harga minyak mentah dunia. 

Di Bursa Malaysia Derivatives, kontrak acuan CPO untuk pengiriman September terkerek 24 Ringgit atau 0,53 persen ke level 4.592 ringgit per ton pada pembukaan pasar.

Tren positif ini sejalan dengan pergerakan komoditas substitusinya. Di Bursa Dalian, kontrak minyak kedelai teraktif menguat 0,49 persen, sementara kontrak minyak sawitnya naik 0,77 persen. 


Kenaikan juga melanda Chicago Board of Trade (CBOT) dengan harga minyak kedelai yang tumbuh 0,31 persen. 
Sebagai komoditas yang saling bersaing ketat di pasar global, harga CPO memang cenderung mengekor pergerakan minyak nabati lainnya.
Faktor eksternal lain yang menyokong kenaikan ini adalah memanasnya harga minyak mentah global akibat eskalasi ketegangan antara AS dan Iran menyusul aksi saling serang baru-baru ini. 
Konflik tersebut mengganggu jalur logistik energi di Selat Hormuz, sehingga mendongkrak harga minyak bumi. Bagi industri kelapa sawit, mahalnya minyak mentah membuat CPO menjadi lebih kompetitif sebagai bahan baku biodiesel, yang akhirnya memberikan sentimen positif pada pasar kelapa sawit.
Saat ini, fokus pelaku pasar tertuju pada rilis data ekspor CPO Malaysia periode Juni oleh perusahaan survei kargo yang dijadwalkan hari Selasa, guna menilai kekuatan permintaan global. 

Meski demikian, penguatan mata uang Ringgit sebesar 0,61 perseb terhadap Dolar AS berisiko menahan laju kenaikan harga CPO karena membuatnya lebih mahal bagi importir asing. 

Dari sisi teknikal, analis Reuters Wang Tao memproyeksikan adanya potensi koreksi jangka pendek ke rentang 4.517-4.538 ringgit per ton sebelum CPO melanjutkan reli penguatannya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Kapolres Sukoharjo Dicopot Usai Penggerebekan Pesantren

Senin, 02 November 2026 | 18:26

DPR Gandeng Kementerian PPPA Dorong Gerakan Nasional Antibullying

Senin, 02 November 2026 | 18:20

Gibran Ingatkan Ancaman Hoaks terhadap Kerukunan Masyarakat

Senin, 02 November 2026 | 18:06

Antisipasi Gangguan Selat Hormuz, Chandra Asri Bangun Fasilitas Pengganti Nafta

Senin, 02 November 2026 | 18:02

Program Kemenag Harus Sejalan dengan Visi-Misi Prabowo

Senin, 02 November 2026 | 17:41

Kemenhaj Rekrut Tenaga Pendukung untuk Urus Visa Haji 2027

Senin, 02 November 2026 | 17:34

Ahmad Doli Harap Pimpinan Parpol Segera Bertemu Bahas Gibran

Senin, 02 November 2026 | 17:31

Gibran Tetap Blusukan ke Daerah di Tengah Polemik Putusan MA dan MK

Senin, 02 November 2026 | 17:25

Kesejahteraan Rakyat di Daerah Tambang Nikel Harus jadi Perhatian Pemerintah

Senin, 02 November 2026 | 17:09

Cegah Kekerasan di Pesantren, Kemenag Buka Pelatihan Daring melalui MOOC Pintar

Senin, 02 November 2026 | 17:02

Selengkapnya