Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Nusantara

Komisaris Bukan Hadiah Politik, Danantara Jangan Gadaikan Tata Kelola

MINGGU, 28 JUNI 2026 | 20:13 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Pengangkatan Mufli Budi Ananda yang dikenal publik sebagai asisten pribadi Raffi Ahmad sebagai komisaris di salah satu perusahaan patungan BUMN kembali memantik perdebatan mengenai tata kelola perusahaan negara. 

Perbincangan publik bukan semata-mata mengenai sosok yang diangkat, melainkan mengenai proses, standar kompetensi, dan pesan yang dikirimkan negara kepada masyarakat serta pelaku pasar.

Menanggapi polemik tersebut Ketua Umum Pemuda Bulan Bintang, Ahmad Bintang mempertanyakan alasan danantara mengakomodir orang yang tidak memiliki background yang berkaitan dengan Danantara.


"Pak Prabowo Bilang Danantara Indonesia harus dikelola dengan sebaik-baiknya, dengan transparansi, dengan kehati-hatian, dengan tata kelola yang sebaik-baiknya, dengan danantara mengakomodir komisaris yang tidak memiliki background yang sesuai artinya Danantara sudah bergerak diluar cita-cita Presiden atas pembentukannya,” kata Bintang dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 28 Juni 2026.  

“Urus Danantara ini tidak sama dengan mengurus jadwal syuting Raffi Ahmad, pakaian syuting atau apalah tapi Danantara ini hajat hidup Negara ada disini, jadi jangan sembarangan merusak tata kelola dengan merekrut orang dengan background asal-asalan,” tambahnya.

Polemik pengangkatan Asisten Raffi Ahmad sebagai komisaris  justru menimbulkan persepsi yang berlawanan. Ketika publik mempertanyakan kompetensi seseorang yang memperoleh jabatan strategis, maka yang dipertaruhkan bukan hanya nama individu tersebut, tetapi juga kredibilitas Danantara sebagai institusi.

“Saya tegaskan bahwa seseorang yang berasal dari luar dunia korporasi bukan berarti otomatis tidak layak menjadi komisaris tapi yang menjadi persoalan adalah apakah proses seleksinya dapat dipertanggungjawabkan jangan sampai seleksi ini hanya lucu lucuan saja yang penting bisa saling mengakomodir sesama pejabat,” jelas Bintang.

Lanjut dia, pengisian jabatan strategis tanpa mempertimbangkan kompetensi yang relevan berpotensi menimbulkan preseden buruk bagi pengelolaan Danantara di masa mendatang. 

“Jika jabatan komisaris dipersepsikan sebagai ruang kedekatan personal ataupun relasi kuasa maka profesionalisasi Danantara akan jauh mengalami kemunduran,” ungkapnya.

Ia mendesak agar Danantara membuka secara transparan dasar pertimbangan, parameter penilaian, dan proses seleksi dalam pengangkatan Mufli Budi Ananda sebagai komisaris tersebut. 

“Keterbukaan merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada publik sekaligus langkah penting untuk menjaga kredibilitas lembaga di mata publik,” pungkasnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya