Berita

Filipina memesan dua kapal perang bertipe landing platform dock (LPD) ke PT PAL Indonesia. (Foto: Istimewa)

Politik

Alutsista RI Makin Diperhitungkan

SABTU, 27 JUNI 2026 | 06:20 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dari perspektif geopolitik, keberhasilan PT PAL mendapatkan kontrak lanjutan dari Filipina menunjukkan bahwa Indonesia mulai menempati posisi baru sebagai eksportir alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang diperhitungkan.

Diketahui, Filipina kembali memesan dua kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD) kepada PT PAL Indonesia

Padahal selama bertahun-tahun pasar industri pertahanan Asia Tenggara didominasi negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Rusia, Prancis, Jerman, Korea Selatan, dan China.


"Kini Indonesia mulai memasuki ruang yang sebelumnya sulit ditembus," kata pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah, dikutip Sabtu 27 Juni 2026. 

Amir menilai keberhasilan tersebut merupakan pencapaian strategis karena industri pertahanan pada dasarnya merupakan instrumen kekuatan nasional.

“Ketika sebuah negara mampu mengekspor kapal perang, yang dijual bukan hanya produk. Ada transfer pengaruh, diplomasi, hubungan jangka panjang, pelatihan personel, dukungan logistik, pemeliharaan, hingga kerja sama intelijen maritim di masa depan,” kata Amir.

Menurutnya, setiap kapal perang yang beroperasi selama puluhan tahun akan menciptakan hubungan strategis yang berlangsung sangat lama antara produsen dan pengguna.

Karena itu, keberhasilan PT PAL memperoleh kontrak lanjutan dari Filipina harus dibaca sebagai keberhasilan diplomasi pertahanan Indonesia.

Amir melihat proyek tersebut juga mengirimkan sinyal kuat kepada negara-negara ASEAN lainnya.

Selama ini terdapat persepsi bahwa kebutuhan alutsista modern harus dipenuhi dari negara-negara besar di luar kawasan.

Namun keberhasilan PT PAL membuktikan bahwa industri pertahanan ASEAN mampu menghasilkan produk dengan standar yang dapat diterima angkatan laut negara lain.

“Ini menjadi contoh konkret bahwa ASEAN sebenarnya memiliki kemampuan membangun kemandirian pertahanan regional. Indonesia dan Filipina menunjukkan bahwa kerja sama pertahanan intra-ASEAN bukan sekadar slogan politik,” pungkas Amir.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya