Berita

Pansus DPRK Mimika saat menemui Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Said Iqbal. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Usai Temui Natalius Pigai, Pansus Moker DPRK Mimika Sambangi Said Iqbal

SABTU, 27 JUNI 2026 | 01:28 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Panitia Khusus (Pansus) Mogok Kerja (Moker) DPR Kabupaten Mimika kembali melanjutkan upaya penyelesaian persoalan ketenagakerjaan yang menimpa ribuan pekerja di Papua Tengah dengan menemui Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Said Iqbal, di Jakarta, Jumat 26 Juni 2026.

Ketua Pansus Moker DPRK Mimika, Derek Tonouye mengatakan, pertemuan tersebut dilakukan untuk menyampaikan persoalan ketenagakerjaan yang hingga kini belum memperoleh penyelesaian.

"Kami datang kemari, bertemu bapak Said Iqbal sebagai penasehat khusus presidan karena adanya persoalan buruh, di mana selama sembilan tahun negara dinilai tidak mampu selesaikan, sehingga kehadiran negara menjadi pertanyaan besar? Kemana pemerintah kita," kata Derek.


Menurut Derek, Pansus Moker dibentuk untuk mengawal proses penyelesaian sengketa ketenagakerjaan, termasuk memastikan pelaksanaan nota pertama yang menyatakan aksi mogok ribuan buruh sah secara hukum dan telah diterbitkan pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku.

"Ada masyarakat yang setiap hari datang mengeluh kepada saya, menanyakan bagaimana penyelesaian hak-hak mereka setelah memberikan suara," ujar Derek.

Pansus Moker juga memberikan tenggat waktu kepada pemerintah pusat dan pihak terkait untuk segera merespons tuntutan para pekerja.

"Saya akan tunggu sampai Agustus. Ini adalah masa kerja Pansus selama enam bulan. Jika sampai bulan Agustus persoalan ini tidak ada realisasi dan penyelesaian, saya akan memimpin langsung aksi di Kabupaten Mimika," tegas Derek.

Menanggapi hal tersebut, Said Iqbal menjelaskan, bahwa tugasnya sebagai Penasehat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan adalah memberikan analisis kebijakan, masukan, dan rekomendasi kepada Presiden Prabowo Subianto terkait berbagai persoalan ketenagakerjaan. 

Ia menyatakan siap mengoptimalkan perannya untuk membantu mendorong penyelesaian persoalan yang dikawal Pansus Moker DPRK Mimika.

"Berdasarkan hal ini, saya nanti pasti bekerja sama dengan kementerian karena eksekusinya ada di sana," kata Said Iqbal.

Persoalan mogok kerja karyawan PT Freeport Indonesia, privatisasi dan kontraktor telah berlangsung hampir sembilan tahun sejak aksi mogok kerja pada 1 Mei 2017. 

Aksi tersebut merupakan buntut dari program furlough yang dilakukan manajemen Freeport dan tindakan kriminalisasi terhadap pengurus serikat pekerja Freeport, yang kemudian berujung pada PHK sepihak terhadap para pekerja.

Saat ini terdapat 2.406 pekerja moker PT Freeport, privatisasi dan kontraktor yang masih memperjuangkan hak-haknya, baik berupa pembayaran kompensasi maupun tuntutan untuk dipekerjakan kembali.

Sebelum menemui Said Iqbal, Pansus Moker DPRK Mimika juga telah mengadukan persoalan tersebut kepada Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai pada Rabu 24 Juni 2026.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya