Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: YouTube Kemenkeu)

Bisnis

Purbaya Tunda Penerbitan Panda Bond Buntut Investor China Berebut Masuk

SABTU, 27 JUNI 2026 | 01:02 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah menunda jadwal penerbitan perdana Panda Bond Indonesia. Obligasi berdenominasi yuan yang semula direncanakan pada awal Juli 2026 kini dijadwalkan terbit pada akhir Juli 2026.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah sejumlah investor institusi besar di China meminta tambahan waktu untuk mengikuti proses investasi.

Selama kunjungannya ke Negeri Tirai Bambu, Purbaya mengaku telah bertemu dengan sejumlah pejabat China, di antaranya Menteri Keuangan, Gubernur Bank Sentral, Presiden Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), hingga sejumlah investor untuk mempromosikan penerbitan surat utang tersebut.


"Jadi mereka minta kita untuk undur sedikit supaya mereka punya waktu untuk mengajukan proposal mereka ke investment committee mereka," kata Purbaya dalam media briefing di Jakarta, Jumat 26 Juni 2026.

Menurut Purbaya, penundaan itu mencerminkan besarnya kepercayaan investor terhadap surat utang Indonesia. Pemerintah berharap tambahan waktu tersebut dapat memperluas partisipasi investor sehingga dana yang berhasil dihimpun bisa memenuhi bahkan melampaui target.

"Jadi animonya cukup besar, investornya suka sekali antusias pada waktu jumpa mereka dan sepertinya mereka ingin invest besar," kata Purbaya.

Purbaya mengungkapkan, sedikitnya 21 investor besar telah menyatakan ketertarikannya untuk membeli Panda Bond. Sejumlah lembaga keuangan raksasa China, seperti Agricultural Bank of China dan China Exim Bank, juga masuk dalam daftar peminat.

Tak hanya ingin menjadi investor, Purbaya mengatakan beberapa institusi keuangan tersebut bahkan menawarkan diri menjadi penjamin emisi (underwriter) pada penerbitan Panda Bond berikutnya guna memperluas distribusi obligasi Indonesia di pasar China.

"Ada yang besar-besar apa yang belum ikut yang terlambat ABC (Agricultural Bank of China), EXIM Banknya mereka yang punya uang banyak. Dia bilang saya punya uang sekian triliun dolar, saya ikut, ya sudah," kata Purbaya.

Ia menegaskan, penerbitan Panda Bond merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas dan mendiversifikasi sumber pembiayaan negara. Dengan demikian, pendanaan pemerintah tidak lagi bergantung pada instrumen berdenominasi Dolar Amerika Serikat.

"Itu langkah yang kayaknya sembarangan tapi strategis, karena kita diversifikasi sumber pendanaan, di mana nanti sumber pendanaan kita bukan dari dolar denominated saja," tandas Purbaya.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya