Berita

Wapres Gibran Rakabuming saat menerima dan berdialog langsung dengan 15 perwakilan mahasiswa di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin malam, 15 Juni 2026. (Foto: Setwapres)

Politik

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

JUMAT, 26 JUNI 2026 | 22:22 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Aparat penegak hukum diminta bergerak memburu dan menyeret aktor intelektual di balik penyebaran informasi bohong (hoaks) yang sengaja dirancang untuk merusak nama baik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta institusi Universitas Bung Karno (UBK).

Desakan itu ditegaskan oleh Juru Bicara Forum Alumni Muda Universitas Bung Karno (FAM UBK), Bung Fadli buntut pengakuan Ketua BEM UBK Muhammad Abdimaludin yang dibayar usai bertemu Gibran di Istana Wapres beberapa waktu lalu.

Ia menilai ada indikasi kuat aksi dan narasi miring yang berkembang belakangan ini tidak bergulir secara organik, melainkan digerakkan oleh pihak tertentu.


"Kami meminta aparat berwenang mengusut tuntas dugaan aktor intelektual yang secara sengaja menggerakkan aksi maupun menyebarkan narasi yang bertujuan membangun fitnah terhadap Wapres Gibran sekaligus merusak citra UBK," tegas Bung Fadli dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 26 Juni 2026.

Fadli mengingatkan, perbedaan pandangan politik adalah hal lumrah di dalam iklim demokrasi, dan konstitusi pun menjamin kebebasan berpendapat. Namun, kebebasan tersebut tidak boleh kebablasan hingga menjadi tameng untuk melempar tuduhan tanpa bukti.

"Jangan sampai perbedaan itu berubah menjadi fitnah, hoaks, atau tuduhan tanpa bukti yang dapat merugikan individu maupun mencoreng nama baik lembaga pendidikan," urainya.

Oleh karena itu, FAM UBK mendesak Korps Bhayangkara bertindak cepat dan objektif agar bola liar isu ini tidak terus menggelinding dan merugikan pihak-pihak terkait.

Di sisi lain, Fadli juga memberikan peringatan keras kepada oknum-oknum alumni agar menahan diri dan tidak ikut memperkeruh suasana dengan mempolitisasi isu yang kebenarannya sama sekali tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya