Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

Sempat Ditarik, Himbara Diguyur Dana SAL Dua Kali Lipat

JUMAT, 26 JUNI 2026 | 21:44 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan untuk menambah penempatan dana pemerintah bersumber dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjadi total Rp400 triliun.

Langkah taktis ini diambil setelah pemerintah sebelumnya sempat menarik sebagian dana yang didepositokan di bank-bank pelat merah tersebut.

Kebijakan ini sengaja ditempuh setelah melihat kondisi likuiditas perbankan nasional yang mulai menunjukkan gejala pengetatan.


“Sudah mulai kekeringan likuiditas, saya sudah bilang ke mereka (Bank Himbara) akan kembalikan lagi uang pemerintah, bahkan saya tambah,” kata Purbaya dalam media briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026.

Keputusan besar ini diketok usai Purbaya menggelar pertemuan intensif dengan jajaran Direktur Utama bank-bank Himbara, mulai dari BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN, hingga BSI pada hari ini.

Mantan Ketua Dewan Komisioner LPS ini merinci, sisa dana SAL di Himbara yang awalnya tinggal Rp170 triliun kini resmi digenapkan kembali menjadi Rp200 triliun untuk penempatan jangka panjang.

Tak berhenti di situ, bendahara negara ini juga menyuntikkan tambahan Rp100 triliun untuk penempatan berjangka pendek (tiga hingga empat bulan), serta menyiapkan dana taktis (fleksibel) sebesar Rp100 triliun yang bisa dicairkan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan perbankan.

“Kemarin sudah diambil 100 triliun kalau enggak salah, sisa 170 di sana. Saya balikin lagi, jadi 200 yang jangka panjang, tambah 100 lagi mungkin yang jangka 3 bulan 4 bulan, terus tambah lagi yang fleksibel 100 lagi, jadi total 400,” urai Purbaya.

Melalui guyuran likuiditas jumbo tersebut, Purbaya optimistis perbankan nasional memiliki ruang gerak yang lebih longgar untuk menurunkan suku bunga di pasar sekaligus memacu akselerasi penyaluran kredit ke sektor riil.

“Jadi akan cukup likuiditas di sektor perbankan kita, jadi harusnya bunga di pasar akan turun, ekonomi siap lari lagi,” pungkas Purbaya.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya