Inovasi pakan ternak di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. (Foto: Dok. Pribadi)
Kunci utama mendongkrak daya saing peternakan rakyat berada pada kemampuan memotong ketergantungan terhadap pakan pabrikan yang harganya terus melambung tinggi.
Hal itu ditegaskan oleh Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof Luki Abdullah dalam kegiatan edukasi inovasi pakan yang digelar Unit Pakan Mandiri Leles Lestari di Leles, Kabupaten Garut, Jumat, 26 Juni 2026.
Menurut Luki, pakan memegang porsi hingga 70 persen dari total biaya produksi, sehingga inovasi pakan mandiri yang murah dan praktis menjadi harga mati bagi kesejahteraan peternak.
"Peternakan rakyat tidak akan bisa bersaing jika terus bergantung pada pakan pabrikan yang harganya fluktuatif. Inovasi pakan mandiri yang efisien dan mudah diaplikasikan secara massal seperti ini adalah kunci daya saing peternak ke depan," ujar Luki.
Merespons tantangan tersebut, Founder Unit Pakan Mandiri Leles Lestari, Yosep Purnama menyatakan bahwa pihaknya telah berhasil mengembangkan formula pakan alternatif yang mengedepankan prinsip murah, praktis, namun tetap berkualitas tinggi.
"Kami ingin membantu peternak keluar dari zonasi biaya pakan yang mahal. Inovasi ini dirancang agar efisien, murah, tapi kandungan nutrisinya tetap premium bagi ternak," jelas Yosep.
Merespons hal itu, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, drh. Dyah Savitri memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Unit Pakan Mandiri Leles Lestari. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan program ketahanan pangan daerah.
"Pemkab Garut sangat mendukung. Ini adalah teknologi tepat guna yang dibutuhkan di lapangan. Kami berharap Leles bisa menjadi percontohan kemandirian pakan di wilayah Garut," tutur Dyah.
Melalui peluncuran pakan inovatif ini, Unit Pakan Mandiri Leles Lestari menargetkan sejumlah dampak domino positif bagi sektor peternakan Garut.
Mulai dari mempercepat proses pembibitan (
breeding), meningkatkan efisiensi konversi pakan (
Feed Conversion Ratio/FCR), hingga menekan biaya operasional harian peternak.
Selain itu, program ini juga diarahkan untuk memberdayakan UMKM peternakan di pedesaan melalui akses pakan berkualitas dengan harga terjangkau guna menyokong kemandirian pangan nasional.