Berita

Inovasi pakan ternak di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. (Foto: Dok. Pribadi)

Nusantara

IPB dan Leles Lestari Luncurkan Formula Pakan Murah Berkualitas

JUMAT, 26 JUNI 2026 | 20:38 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kunci utama mendongkrak daya saing peternakan rakyat berada pada kemampuan memotong ketergantungan terhadap pakan pabrikan yang harganya terus melambung tinggi.

Hal itu ditegaskan oleh Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof Luki Abdullah dalam kegiatan edukasi inovasi pakan yang digelar Unit Pakan Mandiri Leles Lestari di Leles, Kabupaten Garut, Jumat, 26 Juni 2026.

Menurut Luki, pakan memegang porsi hingga 70 persen dari total biaya produksi, sehingga inovasi pakan mandiri yang murah dan praktis menjadi harga mati bagi kesejahteraan peternak.


"Peternakan rakyat tidak akan bisa bersaing jika terus bergantung pada pakan pabrikan yang harganya fluktuatif. Inovasi pakan mandiri yang efisien dan mudah diaplikasikan secara massal seperti ini adalah kunci daya saing peternak ke depan," ujar Luki.

Merespons tantangan tersebut, Founder Unit Pakan Mandiri Leles Lestari, Yosep Purnama menyatakan bahwa pihaknya telah berhasil mengembangkan formula pakan alternatif yang mengedepankan prinsip murah, praktis, namun tetap berkualitas tinggi.

"Kami ingin membantu peternak keluar dari zonasi biaya pakan yang mahal. Inovasi ini dirancang agar efisien, murah, tapi kandungan nutrisinya tetap premium bagi ternak," jelas Yosep.

Merespons hal itu, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, drh. Dyah Savitri memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Unit Pakan Mandiri Leles Lestari. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan program ketahanan pangan daerah.

"Pemkab Garut sangat mendukung. Ini adalah teknologi tepat guna yang dibutuhkan di lapangan. Kami berharap Leles bisa menjadi percontohan kemandirian pakan di wilayah Garut," tutur Dyah.

Melalui peluncuran pakan inovatif ini, Unit Pakan Mandiri Leles Lestari menargetkan sejumlah dampak domino positif bagi sektor peternakan Garut.

Mulai dari mempercepat proses pembibitan (breeding), meningkatkan efisiensi konversi pakan (Feed Conversion Ratio/FCR), hingga menekan biaya operasional harian peternak.

Selain itu, program ini juga diarahkan untuk memberdayakan UMKM peternakan di pedesaan melalui akses pakan berkualitas dengan harga terjangkau guna menyokong kemandirian pangan nasional.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya