Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Politik

Empat Kali Kalah Pemilu, Prabowo Klaim Tak Pernah Ganggu Pemimpin Terpilih

JUMAT, 26 JUNI 2026 | 20:27 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto mengatakan selalu menghormati hasil pemilihan umum meski harus menelan kekalahan sebanyak empat kali dalam kontestasi politik. 

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat berbicara dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026. 

Di hadapan para guru besar, ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mengganggu pemimpin yang terpilih secara sah meski beberapa kali gagal meraih mandat.


"Saya sebagai pemimpin politik, saya dipilih secara demokratis, saya maju ke rakyat. Lima kali minta mandat, empat kali tidak diberi mandat, empat kali saya kalah, tapi saya tidak mengganggu pemimpin yang dapat mandat," ujarnya.

Prabowo kemudian berkelakar bahwa setiap kali dirinya mengungkap pernah kalah empat kali dalam pemilu, respons yang muncul justru tawa dari para hadirin. 

Padahal, menurutnya, kekalahan dalam kontestasi politik sejatinya merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan.

"Karena biasanya kalau saya bilang 4 kali kalah, audiens ketawa. Ini orang Indonesia itu, kalah itu sedih sebetulnya," kata Prabowo.

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa menghormati hasil pemilu merupakan konsekuensi dari pilihan Indonesia sebagai negara demokrasi yang menempatkan kedaulatan di tangan rakyat. 

"Karena kita sudah sepakat, bangsa Indonesia sudah sepakat, kita ingin hidup sebagai negara di mana kedaulatan rakyat yang berkuasa. Jadi kedaulatan rakyat, wujudnya adalah demokrasi, demokrasi wujudnya adalah pemilihan," tegasnya.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya