Berita

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa (tengah). (Foto: RMOL/Alifia)

Politik

Setuju Anggaran BGN Disunat, Purbaya: Saya Maunya Rp0 tapi Enggak Bisa

JUMAT, 26 JUNI 2026 | 19:50 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyambut baik rencana pemangkasan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusulkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut Purbaya, efisiensi anggaran tersebut akan membuat kondisi fiskal pemerintah menjadi jauh lebih longgar tanpa harus menghentikan jalannya program nasional itu.

Ia bahkan berseloroh akan jauh lebih senang jika anggaran program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut dapat ditekan serendah mungkin, asalkan implementasinya di lapangan tetap berjalan optimal.


"Saya setuju, apalagi kalau dipotong lebih banyak lagi. Kemarin saya lihat proposalnya ada efisiensi lebih bagus. Walaupun masih bisa dikurangi sedikit lagi," kata Purbaya dalam media briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026.

Purbaya menjelaskan, usulan efisiensi itu murni datang dari Kepala BGN, Nanik S Deyang setelah jajarannya melakukan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan program di lapangan.

Saat didesak mengenai besaran nominal efisiensinya, Purbaya hanya membocorkan bahwa total pagu anggaran untuk BGN dipastikan bakal berada di bawah angka Rp268 triliun.

"Nanti akan di bawah itu. Tapi untuk detail nanti biar Kepala BGN yang mengumumkan. Bakal di bawah itu," selorohnya.

Kendati demikian, mantan Ketua Dewan Komisioner LPS ini menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak berniat menghentikan program MBG. Baginya, penekanan utama saat ini adalah memperbaiki tata kelola implementasi agar uang negara tidak terbuang sia-sia.

"Kalau saya maunya Rp0, tapi enggak bisa kan. Anggarannya sudah keluar dan kalau berhenti juga enggak benar karena programnya bagus, tinggal implementasinya diperbaiki. Cukup signifikan pengurangannya," tandasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya