Berita

Ketua Umum PBNU periode 2010-2021, KH. Said Aqil Siroj dan Gus Hery Haryanto Azumi. (Foto: Istimewa)

Politik

Kiai Said Aqil Restui Gus Hery Nyalon Ketum PBNU

JUMAT, 26 JUNI 2026 | 17:55 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dukungan moral dari para tokoh senior Nahdlatul Ulama (NU) terus mengalir kepada Gus Hery Haryanto Azumi yang menyatakan kesiapan maju dalam kontestasi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar NU ke-35.

Setelah bersilaturahmi dengan sejumlah masyayikh di berbagai daerah, Kamis malam, 25 Juni 2026, Gus Hery bersama rombongan berkunjung ke kediaman Ketua Umum PBNU periode 2010-2021, KH. Said Aqil Siroj, di Ciganjur, Jakarta Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Said Aqil menyampaikan doa sekaligus restunya atas ikhtiar Gus Hery untuk mengikuti kontestasi Ketua Umum PBNU. Menurutnya, setiap kader NU yang memiliki niat tulus mengabdi kepada jam'iyah patut diberikan kesempatan untuk mempersembahkan pengabdian terbaiknya.


"Jika memang Allah mentakdirkan amanah kepemimpinan itu kepada Gus Hery, semoga diberikan kemudahan, kekuatan, dan keistikamahan untuk memimpin NU dengan penuh keikhlasan, kebijaksanaan, dan tanggung jawab," kata Kiai Said.

Kiai Said menegaskan bahwa kepemimpinan NU membutuhkan sosok yang tidak hanya memahami tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, tetapi juga memiliki kemampuan merangkul seluruh elemen jam'iyah serta mampu menjawab tantangan zaman.

"Yang terpenting bagi seorang pemimpin NU adalah keikhlasan berkhidmat, keteguhan menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, serta kemampuan merangkul seluruh elemen jam'iyah," kata Said.

Sementara itu, KH. Taufik Rachman Abdul Syakur mengingatkan agar dinamika pemilihan Ketua Umum PBNU tetap dipahami sebagai jalan pengabdian kepada organisasi, bukan sekadar kompetisi politik.

"Jika niatnya benar-benar untuk kemaslahatan jam'iyah, insya Allah akan selalu ada pertolongan Allah dan dukungan dari para ulama serta warga nahdliyin," ungkapnya.

Menanggapi doa dan nasihat para ulama, Gus Hery Haryanto Azumi menyampaikan rasa syukur atas kesempatan memperoleh wejangan langsung dari para tokoh sepuh NU.

"Apa pun hasil muktamar nanti, yang terpenting bagi saya adalah tetap dapat mengabdi kepada NU dengan penuh keikhlasan," ujar Gus Hery.

Silaturahmi tersebut juga dihadiri Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah, KH. Abdul Manan Ghani, yang juga menjabat sebagai salah satu Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat serta pernah menjadi Ketua PBNU pada masa kepemimpinan KH. Said Aqil Siroj.

KH. Abdul Manan Ghani menyampaikan apresiasi atas keberanian Gus Hery maju dalam kontestasi Ketua Umum PBNU. Menurutnya, regenerasi kepemimpinan merupakan keniscayaan agar NU tetap menjadi organisasi yang dinamis, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman.

"Nahdlatul Ulama membutuhkan kader-kader terbaiknya untuk tampil dan siap memikul amanah kepemimpinan," katanya.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Utang dan Delusi Pembangunan

Rabu, 16 September 2026 | 05:52

Tak Ulangi Kesalahan Purbaya, Suahasil Diharapkan Terus Gelorakan Ekonomi Konstitusi

Rabu, 16 September 2026 | 05:22

Pengukuhan Pengurus PERKAPI Bakal Dihadiri Menhum dan Ketua Komisi XIII DPR

Rabu, 16 September 2026 | 04:44

Fungsi KDKMP yang ‘Disabotase’

Rabu, 16 September 2026 | 04:24

Menhan Sjafrie Apresiasi Bantuan Jepang dalam Atasi Karhutla

Rabu, 16 September 2026 | 03:57

Politikus Senior PKS: PPHN Jangan jadi RPJPN Kedua

Rabu, 16 September 2026 | 03:30

38 Aset Senilai Rp846 Miliar Disita Kejagung dalam Kasus Febrie

Rabu, 16 September 2026 | 03:03

Kegiatan Belajar di SMPN 16 Medan Pulih 100 Persen Usai Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2026 | 02:48

WNA Malaysia Laporkan Pamen Polri Terkait Kasus Investasi Emas ke Bareskrim

Rabu, 16 September 2026 | 02:24

Kemensos Apresiasi Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulsel Mulai Beroperasi

Rabu, 16 September 2026 | 01:59

Selengkapnya