Berita

Selat Hormuz (Foto: Ilustrasi AI)

Dunia

Iran Dituding Serang Kapal Kargo di Selat Hormuz

JUMAT, 26 JUNI 2026 | 12:31 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Situasi keamanan di Selat Hormuz kembali menjadi sorotan setelah Iran dituding melakukan serangan terhadap sebuah kapal kargo sipil, hanya sepekan setelah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Amerika Serikat.

Mengutip laporan The Wall Street Journal (WSJ), Jumat, 26 Juni 2026, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) diduga menyerang kapal kontainer berbendera Singapura, Ever Lovely, saat melintasi Selat Hormuz bersama tiga kapal dagang lainnya. 

Informasi tersebut diperoleh WSJ dari dua pejabat senior pemerintah AS.


Dikatakan bahwa sebuah drone bunuh diri yang dikirim IRGC menghantam kapal tanpa didahului peringatan radio maupun instruksi penghentian pelayaran dari pihak Iran. 

"Sebuah drone serang satu arah bergerak menuju sisi barat kapal sebelum bertabrakan. Ini menunjukkan bahwa serangan itu disengaja," ungkap sumber tersebut.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, serangan tersebut mengakibatkan kerusakan pada anjungan kapal. 

Otoritas Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengonfirmasi kerusakan terjadi di bagian jembatan komando kapal, sementara seluruh awak dilaporkan selamat.

Beberapa jam sebelum insiden itu terjadi, IRGC diketahui mengeluarkan peringatan bahwa keamanan pelayaran hanya dijamin bagi kapal yang menggunakan jalur yang telah ditetapkan Iran. 

Mereka juga mengancam akan mengambil tindakan terhadap kapal yang dianggap tidak mematuhi aturan tersebut.

Dampak serangan segera terasa di sektor pelayaran internasional. Organisasi Maritim Internasional (IMO) memutuskan menangguhkan sementara rencana evakuasi kapal dan awak dari Selat Hormuz yang baru diumumkan sehari sebelumnya. 

Sebelumnya, IMO telah menyiapkan operasi untuk mengevakuasi ratusan kapal dan sekitar 11 ribu awak dengan dukungan jalur transit sementara melalui Oman.

Menanggapi laporan tersebut, Gedung Putih menyatakan masih melakukan penyelidikan. 

"Kami mengetahui laporan ini dan sedang menyelidikinya," demikian pernyataan pemerintah AS.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Indonesia Siap Fasilitasi Dialog Junta dan Kelompok Etnis Myanmar

Kamis, 16 Juli 2026 | 14:07

Status Tersangka Febrie Adriansyah Sempat Diralat, Yusril Harap Kejagung On The Track

Kamis, 16 Juli 2026 | 14:05

Kemlu Pastikan Penutupan Bandara di Arab Saudi Tak Berdampak pada Jemaah Umrah Indonesia

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:51

Prabowo Resmikan Groundbreaking PSN LNG Abadi Masela dari Istana

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:47

Kemlu Ungkap Kondisi Terkini WNI Usai AS Kembali Menyerang Iran

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:45

Pemerintah Siapkan Pajak 0 Persen hingga 50 Tahun untuk Pengusaha

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:43

Menko PM Dorong USG Jadi Pusat Lahirnya SDM Unggul Indonesia

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:23

Imparsial Desak Perpres Nomor 66/2025 Dicabut

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:23

Mendagri Pilih Bungkam soal Fenomena Sekolah Sepi Murid

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:22

Lionel Messi Bawa Argentina ke Final Piala Dunia 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:14

Selengkapnya