Berita

Pakar ekonomi dan pengamat pasar modal Ferry Latuhihin. (Foto: tangkapan layar)

Politik

Ancaman PHK Makin Terbuka di Semester Kedua

JUMAT, 26 JUNI 2026 | 11:15 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pakar ekonomi dan pengamat pasar modal Ferry Latuhihin mengaku khawatir kondisi ekonomi Indonesia pada semester II 2026 akan menghadapi tekanan yang lebih berat.

Ia memprediksi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) berpotensi meningkat seiring ketidakpastian ekonomi global dan melemahnya daya saing investasi Indonesia.

Menurut Ferry, ketidakpastian masih membayangi perekonomian dunia, terutama terkait implementasi kesepakatan perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat yang dinilai belum memiliki kepastian.


"Ke depan saya semakin takut di semester II ini. Harga minyak juga sudah mulai naik lagi karena kredibilitas memorandum of understanding (MoU) perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat belum tentu bisa diimplementasikan," ujarnya di kanal Youtube Hendri Satrio, Jumat, 26 Juni 2026.

Ia menilai situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah masih rentan memicu gejolak. Pasalnya, Israel disebut tidak dilibatkan dalam kesepakatan tersebut dan konflik di kawasan masih terus berlangsung. Bahkan, ancaman penutupan Selat Hormuz dinilai dapat kembali mengganggu rantai pasok energi dunia.

"Kondisi ini masih akan menjadi tekanan bagi ekonomi kita," katanya.

Ferry mengaku lebih mengkhawatirkan dampaknya terhadap dunia usaha di dalam negeri. Menurutnya, jika tekanan ekonomi terus berlanjut, gelombang PHK berpotensi semakin besar pada paruh kedua tahun ini.

Ia mencontohkan langkah efisiensi yang dilakukan perusahaan besar seperti Toyota sebagai sinyal yang patut diwaspadai.

Ferry menilai Indonesia juga menghadapi persaingan investasi yang semakin ketat dengan negara lain, khususnya Vietnam. Menurutnya, Vietnam dinilai lebih menarik di mata investor karena biaya produksi lebih rendah, regulasi yang dianggap lebih sederhana, serta kepastian kebijakan yang lebih terjaga.

Sementara itu, Indonesia dinilai masih menghadapi tantangan berupa perubahan kebijakan yang kerap mengikuti pergantian pemerintahan.

"Investor tidak tahu lagi aturan apa yang akan dibuat setiap pergantian pemerintahan. Itu membuat Indonesia menjadi kurang menarik," katanya.

Dengan berbagai tantangan tersebut, Ferry mengaku pesimistis terhadap prospek ekonomi nasional dalam waktu dekat.

"Jadi saya lihat ke depan Indonesia gelap," pungkasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya