Berita

Ekonom Dipo Satria Ramli. (Foto: YouTube Abraham Samad SPEAK UP)

Bisnis

Ekonom:

Pemerintah Gagal Benahi Fundamental Ekonomi, Tapi sudah Jumawa

JUMAT, 26 JUNI 2026 | 05:45 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Upaya pemerintah dalam memperbaiki tatanan perekonomian nasional terus menuai sorotan di tengah stagnasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.

Ekonom Dipo Satria Ramli menilai bahwa pemerintah belum melihat masalah struktural dan fundamental ekonomi bangsa. 

“Beberapa minggu lalu, rupiah sempat turun tuh, Rp17.700-17.800, hari ini sudah hampir Rp18.000 lagi, ini kayaknya pemerintah udah jumawa duluan. Jadi udah kayak ‘wah kita sukses nih menurunkan’,” kata Dipo dikutip dalam kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP, Jumat, 26 Juni 2026.


Lanjut dia, seharusnya pemerintah saat ini mampu mencontoh kepemimpinan BJ Habibie yang sukses menurunkan nilai tukar Rupiah melalui perbaikan sistem.

Dipo menyebut kelas menengah menjadi sangat terdampak dari kondisi ekonomi struktural yang tidak diperbaiki pemerintah.

“Si kelas menengah ketimpa tiga masalah. Suku bunga naik, Rupiah yang melemah lalu inflasi dari luar negeri. Jadi ketiganya sangat bahaya. Harusnya pemerintah tuh dia benerin ekspornya pelan-pelan. Jadi yang struktural ini belum diberesin, dia (pemerintah) sudah terlalu jumawa lah,” ungkapnya.

Dipo menjelaskan bahwa struktur kelas ekonomi Indonesia seperti gelas anggur, di mana banyak terdapat orang kaya dan sedikit kelas menengah.

“Orang kayanya banyak, kelas menengah lebih sedikit, lalu orang miskinnya lebih banyak lagi. Jadi kayak gelas anggur bentuknya. Nah tapi kalau kita ngelihat angka-angkanya, sebenarnya si kelas menengah ini dia benar-benar yang (menjadi) roda ekonomi,” pungkasnya.
    

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Indonesia Siap Fasilitasi Dialog Junta dan Kelompok Etnis Myanmar

Kamis, 16 Juli 2026 | 14:07

Status Tersangka Febrie Adriansyah Sempat Diralat, Yusril Harap Kejagung On The Track

Kamis, 16 Juli 2026 | 14:05

Kemlu Pastikan Penutupan Bandara di Arab Saudi Tak Berdampak pada Jemaah Umrah Indonesia

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:51

Prabowo Resmikan Groundbreaking PSN LNG Abadi Masela dari Istana

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:47

Kemlu Ungkap Kondisi Terkini WNI Usai AS Kembali Menyerang Iran

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:45

Pemerintah Siapkan Pajak 0 Persen hingga 50 Tahun untuk Pengusaha

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:43

Menko PM Dorong USG Jadi Pusat Lahirnya SDM Unggul Indonesia

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:23

Imparsial Desak Perpres Nomor 66/2025 Dicabut

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:23

Mendagri Pilih Bungkam soal Fenomena Sekolah Sepi Murid

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:22

Lionel Messi Bawa Argentina ke Final Piala Dunia 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:14

Selengkapnya