Berita

Ilustrasi (Gambar: Imagined by Babbe)

Bisnis

Saham Teknologi Seret Nasdaq dan S&P 500

KAMIS, 25 JUNI 2026 | 08:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak variatif didorong penguatan saham sektor industri, maskapai penerbangan, dan perjalanan di tengah tekanan pada saham-saham teknologi.

Pada penutupan perdagangan Rabu, 24 Juni 2026, waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average naik 182,06 poin atau 0,35 persen ke level 51.848,90. Sementara S&P 500 turun 0,10 persen menjadi 7.358,22 dan Nasdaq Composite melemah 0,43 persen ke 25.476,64.

Tekanan terbesar datang dari sektor teknologi yang kembali dibayangi kekhawatiran investor terhadap tingginya valuasi saham-saham AI dan chip. Sentimen negatif juga dipicu oleh kekhawatiran bahwa perusahaan-perusahaan teknologi besar terus meningkatkan belanja modal (capex) berbasis utang untuk pengembangan AI, di tengah potensi kebijakan suku bunga Federal Reserve yang lebih agresif.


Salah satu saham yang menjadi sorotan adalah Micron Technology. Saham produsen chip memori tersebut ditutup turun 0,3% setelah sebelumnya telah melonjak lebih dari 200 persen sepanjang 2026. Namun setelah pasar tutup, saham Micron melonjak dalam perdagangan lanjutan karena laporan keuangan dan proyeksi kuartal berikutnya melampaui ekspektasi Wall Street.

Saham Cerebras Systems anjlok 19,6 persen setelah perusahaan perancang chip AI itu memperkirakan margin laba tahunannya akan lebih rendah dibanding kuartal pertama. Tekanan semakin besar setelah OpenAI mengumumkan chip inferensi internalnya sendiri yang diberi nama JalapeƱo.

Di sisi lain, turunnya harga minyak memberikan angin segar bagi saham maskapai penerbangan dan sektor perjalanan. Harga minyak jatuh ke level terendah sejak pecahnya konflik Iran karena pasar memperkirakan lebih banyak kapal tanker akan kembali melintasi Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump juga mengatakan Iran telah memberi tahu Washington bahwa tidak akan ada pungutan bagi kapal yang melewati jalur tersebut.

Sentimen ini mendorong indeks saham maskapai penumpang S&P 500 melonjak 5,2 persen. Saham perusahaan perjalanan seperti Expedia dan Booking Holdings juga ikut menguat.

Kinerja sektor-sektor di S&P 500 menunjukkan gambaran yang beragam. Dari 11 sektor utama, enam sektor berhasil ditutup di zona hijau. Sektor industri memimpin kenaikan dengan lonjakan 1,2 persen, disusul sektor barang konsumsi non-primer yang naik 0,8 persen. Sebaliknya, sektor teknologi dan energi menjadi pemberat utama pasar.

Saham-saham konstruksi perumahan juga mencatat reli kuat setelah Presiden Trump membatalkan penandatanganan rancangan undang-undang bipartisan yang sebelumnya bertujuan mempercepat penyediaan rumah terjangkau. Saham Hovnanian Enterprises melonjak 11,3 persen, PulteGroup naik 7,2 persen, dan Toll Brothers menguat 6,7 persen.

Di sisi lain, saham perusahaan rental mobil Hertz terpuruk 40,7 persdn setelah perusahaan memperkirakan laba operasional kuartal kedua berada di batas bawah proyeksi dan mengumumkan rencana penerbitan saham baru senilai 100 juta Dolar AS.

Investor kini menantikan data Personal Consumption Expenditures (PCE) yang akan dirilis Kamis waktu AS. Data inflasi favorit Federal Reserve tersebut diperkirakan akan menjadi petunjuk penting arah kebijakan suku bunga ke depan.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya