Berita

Wignyo Prasetyo. (Foto: 98 Resolution Network)

Politik

Tuntutan Setop Program MBG Bukan Solusi Perbaiki Bangsa

KAMIS, 25 JUNI 2026 | 00:08 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Tuntutan penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus mengalir di publik.

Menurut salah satu pemrakarsa 98 Resolution Network, Wignyo Prasetyo, tuntutan dari segelintir kalangan itu bentuk sikap yang tidak memiliki visi terhadap bangsa.

"Mereka tidak mau melihat apa yang dikehendaki Presiden Prabowo, di mana bangsa ini sedang menuju zaman keemasan 2045," kata Wignyo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, 24 Juni 2026.


Menurut dia, Presiden Prabowo sangat paham bahwa untuk menuju Indonesia Emas 2045 bangsa ini harus mencetak generasi yang cerdas dan sehat. Untuk itu negara harus menjamin nutrisi yang baik bagi anak-anak sejak dini.

"Presiden Prabowo mencanangkan program MBG ini agar negara dapat menjamin gizi yang baik untuk anak-anak kita sejak dini," ujarnya.

Wignyo menekankan Presiden Prabowo sudah melihat jauh ke depan bahwa generasi yang sehat dan cerdas tidak mungkin dapat dicapai jika Indonesia masih menghadapi berbagai masalah kesehatan pada anak-anak.

"Sekitar 9 juta anak mengalami stunting, 4,5 juta balita menderita gizi buruk, 65 persen anak sekolah tidak sarapan. Kondisi-kondisi seperti ini lah yang akan menjadi penghambat pembangunan SDM unggul kelak di tahun-tahun ke depan, dan Presiden Prabowo mengerti benar itu," jelas Wignyo.

"Karenanya sudah sangat benar program MBG itu, di mana negara 'memberi' makanan yang bernutrisi, bergizi untuk anak-anak kita," tambah dia.

Wignyo menegaskan program MBG ini harus dilanjutkan, karena menurutnya ini salah satu jalan utama menuju visi Indonesia Emas dengan generasi yang sehat dan cerdas. 

"Demi masa depan generasi kita yang kuat program MBG ini harus lanjut, tentu saja disertai dengan berbagai koreksi dan perbaikan tata kelolanya, dan Presiden sedang melakukan pembenahan-pembenahan itu," tandasnya.


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Wall Street Hijau di Tengah Harapan Meredanya Konflik AS-Iran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23

Di Balik Sensor Istana: Diksi Nuklir Prabowo dan Bantahan Kilat Teheran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:10

Pelatih Vietnam Bongkar Rahasia Usai Permalukan Indonesia 3-0

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:04

Tanggapi MK, Menkeu Pastikan Anggaran MBG Tidak Mengganggu APBN

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:47

Menhaj Lantik 6 Pejabat Kemenhaj untuk Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:46

Bunga Pinjaman Turun, Bulog Hemat hingga Rp1,07 Triliun per Tahun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:35

Pasar Logam Mulia Tertekan, Emas Masih Berkutat di 4.000 Dolar AS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:18

Bursa Eropa Cetak Rekor, DAX 40 Tembus 26.000 Poin

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:07

Sekolah Nasional Terintegrasi: Tantangan Pendidikan dan Implementasi Rekonstruksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:46

BGN Anggap Putusan MK Justru Perkuat Program MBG

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27

Selengkapnya