Berita

PT Pertamina (Persero) membukukan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025. (Foto: Dok. Pertamina)

Bisnis

Kinerja 2025 Positif, Pertamina Setor Rp360,76 Triliun ke Negara

RABU, 24 JUNI 2026 | 17:36 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

PT Pertamina (Persero) membukukan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025 dengan pendapatan mencapai 70,89 miliar Dolar AS atau setara Rp1.167,99 triliun. Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pertamina di Jakarta, Selasa, 23 Juni 2026.

Selain pendapatan, Pertamina mencatat EBITDA sebesar 11,43 miliar Dolar AS atau setara Rp188,33 triliun. Sementara laba bersih perseroan mencapai 3,35 miliar Dolar AS atau setara Rp55,20 triliun.

Dari kinerja tersebut, Pertamina memberikan kontribusi kepada negara sebesar Rp360,76 triliun melalui pajak, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), dan dividen.


Pertamina juga merealisasikan investasi di dalam negeri sekitar 5,9 miliar Dolar AS atau setara Rp97,20 triliun. Adapun penyerapan belanja produk dalam negeri (PDN) tercatat sebesar Rp531,5 triliun.

Di sektor hulu, produksi minyak dan gas Pertamina sepanjang 2025 tetap terjaga di atas 1 juta barel setara minyak per hari atau BOEPD.

Sementara pada sektor pengolahan, kilang Pertamina mencatat yield valuable product sebesar 83,7 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, volume intake kilang mencapai 333 juta barel.

Di sektor hilir, Pertamina memasok sekitar 70 persen kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional. Pada bisnis gas, volume transmisi mencapai 587 BSCF atau tumbuh 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan volume niaga gas terjaga di angka 305 juta MMBTU.

Untuk sektor logistik maritim, volume kargo domestik dan internasional yang diangkkut Pertamina mencapai 172 juta kiloliter.

Pertamina juga memperkuat transisi energi melalui pengembangan energi baru dan terbarukan. Produksi listrik sepanjang 2025 mencapai 8.711 GWh atau meningkat 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Berbagai program dekarbonisasi di seluruh lini bisnis juga berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 2,27 juta ton CO2e sepanjang 2025.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengatakan capaian tahun buku 2025 menjadi bukti perseroan terus menjaga ketahanan energi nasional, sekaligus mendorong transisi menuju energi rendah karbon.

"Capaian tahun buku 2025 menunjukkan Pertamina tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong transisi menuju energi yang lebih rendah karbon, meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional, serta menjaga fundamental keuangan yang sehat dan berkelanjutan," kata Simon, Rabu, 24 Juni 2026.

Menurut Simon, langkah tersebut dijalankan dengan mengedepankan ketersediaan, aksesibilitas, keterjangkauan harga, dan keberterimaan energi bagi masyarakat.

"Bagi Pertamina, capaian tersebut bukan sekadar mencerminkan kinerja korporasi. Di baliknya terdapat tanggung jawab yang semakin besar untuk memastikan energi tetap tersedia dan andal bagi masyarakat, industri, serta berbagai sektor strategis yang menjadi penggerak perekonomian nasional," ujar Simon.

Sementara itu, Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan mengapresiasi dukungan pemegang saham serta kerja jajaran Dewan Komisaris, Direksi, dan seluruh Perwira Pertamina selama 2025.

"Keputusan yang telah diambil dalam RUPS ini menjadi langkah penting bagi perjalanan Perseroan ke depan. Semoga hasil keputusan tersebut dapat membawa Pertamina meraih kinerja dan prestasi yang semakin baik di masa mendatang," tutup Iriawan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Rechta Institute: Muktamar NU Bersih Dari Politik Uang dan Balas Budi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:16

Ucapan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu 2029 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:02

Nasaruddin Umar Pilih Jadi Menag Ketimbang Maju Ketum PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:01

PLN Siap Serap Listrik dari PSEL Bekasi, Capai 223.584 MWh per Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:51

Muktamar NU Turut Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40

Polisi Sebut Kelompok Perusuh Rusak Fasilitas Umum Usai Demo di Gedung DPR/MPR

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34

Polda Metro Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Pascademonstrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:26

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11

Emas Antam Turun Lagi, Termurah Rp1,4 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:57

Legislator Aceh soal Blok Andaman: Rujukannya Harus Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40

Selengkapnya