Berita

Pakar militer dan pertahanan Connie Rahakundini Bakrie. (Foto: Youtube Hendri Satrio)

Politik

Ancaman Terbesar Indonesia Bukan Oposisi tapi Penjilat Kekuasaan

RABU, 24 JUNI 2026 | 16:26 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pakar militer dan pertahanan Connie Rahakundini Bakrie melontarkan kritik keras terhadap kondisi demokrasi dan kehidupan politik nasional. Menurutnya, Indonesia saat ini menghadapi krisis kepercayaan yang jauh lebih berbahaya dibandingkan persoalan ekonomi.

Saat menjadi narasumber di Podcast Hendri Satrio, Connie menilai ancaman terhadap Indonesia tidak selalu harus datang melalui kekuatan militer. Menurutnya, kondisi politik dan sosial yang rapuh justru bisa dimanfaatkan pihak luar untuk melemahkan bangsa dari dalam.

“Menyerang Indonesia tidak perlu pakai militer,” ujar Connie, Rabu, 24 Juni 2026.


Ia menyoroti sikap sebagian elite yang dinilai terlalu sensitif terhadap kritik. Bahkan, menurutnya, muncul fenomena pembentukan kelompok-kelompok tandingan untuk merespons suara kritis dari kalangan mahasiswa dan masyarakat sipil.

“Ketika kampus atau BEM seluruh Indonesia bersuara, lalu muncul BEM gadungan. Kita seperti negara dagelan. Kalau saya jadi negara lawan, saya akan membuat hal-hal seperti itu. Kalau seseorang bisa membayar atau membuat BEM gadungan, kenapa sebuah negara tidak bisa melakukan hal yang sama?” katanya.

Connie menilai akar persoalan yang tengah dihadapi Indonesia adalah krisis kepercayaan publik terhadap elite dan institusi negara.

“Yang lebih parah daripada ekonomi adalah hilangnya kepercayaan,” tegasnya.

Di tengah kondisi tersebut, ia menilai para elite politik lebih sibuk membangun citra dibandingkan menyelesaikan persoalan rakyat. Sementara masyarakat, kata dia, justru sedang berjuang mempertahankan kehidupan ekonomi mereka.

Karena itu, Connie mengaku tidak heran jika sejumlah tokoh pemerintah mendapat penolakan dari mahasiswa. Ia mencontohkan insiden yang dialami Budiman Sudjatmiko saat menghadiri forum mahasiswa di Universitas Gadjah Mada.

“Bukan karena mahasiswa tidak mau berkomunikasi. Itu letupan karena mereka sudah lelah,” ujarnya.

Lebih jauh, Connie mengingatkan adanya gejala kembalinya budaya feodal dalam kehidupan politik nasional. Menurutnya, kritik kini kerap dianggap sebagai bentuk serangan terhadap pemerintah, sementara akademisi yang menyampaikan pandangan berbeda sering dicap anti-pemerintah.

Ia juga menyoroti munculnya kecenderungan politik komando, di mana penyelesaian berbagai persoalan lebih mengandalkan instruksi dan perintah daripada dialog serta partisipasi publik.

Menurut Connie, ancaman terbesar bagi bangsa saat ini bukan berasal dari kelompok oposisi atau pihak yang berbeda pendapat, melainkan dari budaya menjilat kekuasaan yang semakin mengakar.

“Dari hulu sampai hilir penuh penjilat negara ini sekarang," ungkapnya.

Selain itu, Connie menilai Indonesia mulai kehilangan tradisi kenegarawanan dan menghadapi tekanan terhadap kebebasan berpikir serta kebebasan intelektual.

Padahal, di tengah perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat, Indonesia seharusnya fokus menyiapkan diri menghadapi berbagai tantangan global, bukan terjebak dalam konflik dan drama politik yang berkepanjangan.

Connie lantas mengajak semua pihak untuk tidak memusuhi orang-orang yang bersikap kritis terhadap pemerintah maupun negara.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Kalah di PN Jakpus, Penggugat PPP Subadri-Toni Dihukum Bayar Biaya Perkara

Senin, 03 Agustus 2026 | 22:10

Prabowo Terima Medali Kehormatan dari Angkatan Bersenjata Tailan

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:34

Buru Aset TPPU Febrie Adriansyah, Tim 9 Geledah Kantor Don Ritto hingga Rumah Nurman Herin

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:30

Prabowo dan PM Tailan Bidik Nilai Perdagangan Rp359 Triliun dalam Lima Tahun

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:20

Ini Enam Perkara yang Dihentikan KPK

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:10

Petingginya Diperiksa Kejati DKI, Peran AFPI Disorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:52

Indonesia-Tailan Sepakat Kembangkan TRM untuk Perangi Kejahatan Transnasional

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:49

Bawaslu Fokus Tingkatkan SDM Hadapi Tantangan Digital

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:38

Prabowo Kenang Masa Muda Bersama Raja Tailan Saat Sambut PM Anutin

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:30

Prabowo Dukung PPHN Jadi Pedoman Lintas Pemerintahan

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya