Berita

Ilustrasi Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau (Sumber: Gemini Generated Image)

Kesehatan

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

SELASA, 23 JUNI 2026 | 16:10 WIB | OLEH: TIFANI

Saat musim kemarau, kondisi udara cenderung lebih kering dan partikel debu lebih mudah beterbangan. Belum lagi polusi udara, asap kendaraan, hingga kebiasaan beraktivitas di luar ruangan yang membuat saluran pernapasan lebih rentan mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). 

ISPA bisa menimbulkan gejala seperti batuk, pilek, tenggorokan sakit, bersin, hidung tersumbat, hingga sesak napas. Meski sering dianggap ringan, kondisi ini tetap perlu dicegah agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Lalu, bagaimana cara mencegah ISPA saat musim kemarau? Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan.


1. Gunakan Masker Saat Beraktivitas di Luar

Masker menjadi perlindungan pertama untuk mengurangi paparan debu, polusi, maupun partikel kecil yang masuk ke saluran pernapasan. Penggunaan masker sangat dianjurkan terutama ketika berkendara, berada di area ramai, dekat proyek pembangunan, atau saat kualitas udara sedang kurang baik.

Pilih masker yang nyaman digunakan dan menutup area hidung serta mulut dengan baik. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menurunkan risiko iritasi pada saluran napas.

2. Batasi Kegiatan di Luar Ruangan

Saat udara sedang sangat kering atau banyak debu berterbangan, usahakan mengurangi durasi aktivitas di luar ruangan. Jika memungkinkan, pilih waktu beraktivitas pada pagi atau sore hari ketika suhu tidak terlalu panas. 

Pastikan tetap memakai perlindungan seperti masker dan cukup istirahat. Semakin lama tubuh terpapar debu dan polusi, semakin besar pula kemungkinan saluran pernapasan mengalami gangguan.

3. Pastikan Tubuh Tetap Terhidrasi

Banyak orang fokus menjaga kulit tetap lembap saat musim kemarau, tetapi lupa bahwa saluran pernapasan juga membutuhkan hidrasi. Minum air putih yang cukup membantu menjaga kelembapan tenggorokan dan saluran napas sehingga tidak mudah mengalami iritasi. 

Selain itu, cairan yang cukup juga membantu tubuh bekerja lebih optimal dalam mempertahankan sistem imun. Jangan menunggu haus untuk mulai minum. Biasakan membawa botol minum saat bepergian agar kebutuhan cairan tetap terpenuhi.

4. Hindari Kontak Langsung dengan Orang yang Menunjukkan Gejala ISPA

ISPA dapat menyebar melalui droplet atau percikan saat seseorang batuk maupun bersin. Jika ada orang di sekitar yang sedang mengalami gejala seperti batuk, pilek, atau demam, sebaiknya jaga jarak dan hindari berbagi alat makan maupun minuman.

Langkah ini bukan berarti menghindari orang sakit, tetapi menjadi bentuk pencegahan agar penularan tidak semakin meluas.

5. Mandi Setelah Bepergian

Setelah beraktivitas di luar rumah, debu dan partikel polusi sering kali menempel pada kulit, rambut, hingga pakaian. Karena itu, biasakan mandi setelah bepergian, terutama jika menggunakan kendaraan terbuka atau berada di area berdebu.

Selain membuat tubuh lebih segar, kebiasaan ini membantu mengurangi paparan debu yang bisa terus terhirup ketika sudah berada di dalam rumah.

6. Gunakan Pembersih Udara (Air Purifier)

Bagi yang tinggal di wilayah dengan kualitas udara kurang baik atau sering tertutup sepanjang hari, penggunaan air purifier bisa menjadi pilihan tambahan. Alat ini membantu menyaring debu, partikel kecil, hingga beberapa polutan di dalam ruangan sehingga udara terasa lebih bersih.

Meski begitu, air purifier bukan pengganti ventilasi atau kebiasaan hidup sehat. Tetap pastikan sirkulasi udara di rumah berjalan dengan baik.

7. Rutin Bersihkan Rumah

Rumah yang terlihat bersih belum tentu bebas debu. Saat musim kemarau, debu bisa menumpuk lebih cepat di permukaan meja, lantai, sofa, hingga tirai.

Lakukan pembersihan rumah secara rutin, minimal menyapu dan mengepel area yang sering digunakan. Jangan lupa membersihkan filter AC, kipas angin, dan area yang jarang dijangkau.

Lingkungan rumah yang bersih dapat membantu menurunkan risiko gangguan pernapasan bagi seluruh anggota keluarga.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

KPK Segel Sejumlah Lokasi Usai OTT Pemalang

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:59

Bupati Pemalang Diduga Terima Uang Proyek hingga Jual Beli Jabatan

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:52

Prabowo Minta Pamong Praja Tinggalkan Birokrasi Berbelit, Utamakan Rakyat

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:47

Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK Saat Berada di Jakarta

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:40

Piala Dunia Dongkrak Penjualan, Coca-Cola Naikkan Target Laba 2026

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:34

Naik MRT Jakarta Kini Bisa Pakai Kartu Kredit

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:32

Kaesang Punya Loyalis Tapi PSI Belum Tentu Lolos Senayan

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:27

Penasihat PWI Pusat Minta Laporan Polisi terhadap Hotman Paris Dilanjutkan

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:27

OTT Pemalang, KPK Amankan 21 Orang dan Sita Uang Lebih dari Rp2 Miliar

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:26

Prabowo Bangga Lulusan Terbaik IPDN Berasal dari Keluarga Buruh hingga Petani

Rabu, 29 Juli 2026 | 11:15

Selengkapnya