Berita

Barrack Obama. (Foto: ANTARA)

Publika

Kampus Demokrasi Obama

SELASA, 23 JUNI 2026 | 05:54 WIB | OLEH: JIMMY H SIAHAAN

PESAN Leo Tolstoy: “Aku duduk di punggung seseorang, mencekiknya dan membuatnya menggendongku, namun meyakinkan diriku sendiri dan orang lain bahwa inspiratif tentang kemunafikan, ketidakadilan sosial, tanggung jawab moral, dan mengapa Anda harus mengubah simpati menjadi tindakan oleh penulis dan filsuf Rusia yang dikenal karena Perang dan Perdamaian dan Anna Karenina.

Pesan kuat bertajuk "Do Something" (Lakukan Sesuatu) dan menekankan pentingnya harapan serta kerja keras dalam dunia politik.

Michelle Obama, tahun 2024 di Chicago, menekankan bahwa jika masyarakat merasa cemas, lelah, atau kecewa, mereka tidak boleh hanya duduk diam dan mengeluh. 


Sebaliknya, ia mendesak semua orang untuk turun tangan dan "Do something" (melakukan sesuatu). Ia juga menyoroti nilai-nilai kerja keras, dengan menyatakan bahwa jika kita dihadapkan pada sebuah gunung, kita harus menundukkan kepala dan mulai bekerja bukan berharap adanya eskalator. Untuk melihat kembali momen bersejarah dan kutipan paling kuat dari pidato tersebut.

Pesan krusial yang ia sampaikan meliputi, "Kekuatan Harapan". Ia menyatakan bahwa "harapan sedang kembali" untuk mengatasi ketakutan dan perpecahan.

Melawan Politik "Kecil": Ia mengecam retorika politik yang picik dan memecah belah, dengan menyebut bahwa tindakan semacam itu "tidak layak menjadi presiden".

Michelle mengatakan pujian bahwa sang suami adalah "you were unflappable". Dalam acara pembukaan kampus Demokrasi di Chicago.

Unflappable adalah kata sifat (adjective) yang berarti tetap tenang, terkendali, dan tidak mudah gugup atau panik, bahkan dalam situasi yang sulit, berbahaya, atau penuh tekanan.

Seseorang yang memiliki sifat ini mampu berpikir jernih dan tidak mudah terpengaruh oleh kekacauan.

Ciri-ciri orang "unflappable". Tetap tenang saat menghadapi krisis atau keadaan darurat.

Tidak mudah marah atau bingung. Kepercayaan diri. Pembawaannya membuat orang di sekitarnya merasa aman.

Saat Ekonomi Amerika terpuruk, Obama tampil bagaikan "Despite the chaos, the pilot remained completely unflappable." (Meskipun terjadi kekacauan, pilot tersebut tetap tenang sepenuhnya.)

Demikian juga dengan Michelle dia juga adalah seorang pendamping suami dengan julukan yang serupa, "Her unflappable demeanor helped calm everyone." (Pembawaannya yang tenang membantu menenangkan semua orang.) 

Kampus Demokrasi

Mantan Presiden AS Barack Obama memberikan pidato penting di Chicago pada 18 Juni 2026, dalam peresmian pembukaan Obama Presidential Center di South Side. 

Dalam pidato tersebut, ia merefleksikan awal mula perjalanan hidupnya di kota itu dan mendesak warga Amerika untuk menolak keputusasaan di tengah iklim politik yang penuh perpecahan.

Obama mengingatkan masyarakat untuk tidak menyerah pada keputusasaan dan menekankan bahwa demokrasi membutuhkan komitmen, nilai-nilai bersama, dan kepercayaan antar sesama.

Ia merancang pusarannya bukan sebagai museum tradisional, melainkan sebagai pusat komunitas dan ruang berkumpul yang bertujuan menginspirasi pemimpin generasi penerus.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah mantan Presiden dan Ibu Negara AS, termasuk Bill & Hillary Clinton, George W. & Laura Bush, serta Joe & Jill Biden. 

Untuk saya, pusat ini tidak bisa berada di tempat lain," ujar Obama kepada para pengunjung dalam upacara pembukaan. "Ini adalah ungkapan terima kasih, sebuah pengakuan bahwa begitu banyak hal yang paling saya hargai, saya dapatkan dari orang-orang di kota ini dan orang-orang di lingkungan sekitarnya."

Obama menegaskan pusat ini dirancang agar anggota komunitas dan pengunjung dapat berkumpul untuk menciptakan perubahan, sehingga tempat ini tidak dibuat sebagai "mausoleum yang tak bernyawa".

"Kami ingin tempat ini menjadi perayaan komunitas yang dinamis dan hidup. Tempat di mana kita bisa belajar bersama dan berbagi kegembiraan dalam seni, musik, olahraga, dan permainan," tambahnya.

"Kami ingin Anda datang ke sini dan menyimpan ponsel Anda, lalu berbicara, tertawa, dan menangis. Jalin pertemanan baru, kotori tangan Anda di kebun saya, taruh bayi Anda di ayunan di taman bermain, lakukan piknik romantis di Great Lane," kata Michelle.

Ia menambahkan, "Karena itulah kerja demokrasi: menjadi tetangga yang baik, merawat ruang publik. Bagaimana kita senang menikmati kebersamaan satu sama lain, melepaskan diri dari isolasi dan perpecahan yang telah merayap terlalu dalam ke dalam hidup kita."

Pemimpin Demokrasi

Jalan menuju keadilan di alam semesta moral itu panjang, tetapi pada akhirnya akan mengarah pada keadilan.”

Dengan mengutip pernyataan pendeta Theodore Parker yang dipopulerkan oleh Martin Luther King Jr., Obama menyebut bahwa "lengkungan moral alam semesta itu panjang, tapi ia membungkuk ke arah keadilan" (the arc of the moral universe is long, but it bends towards justice).

Ini adalah kutipan yang sering dikutip oleh Dr. Martin Luther King Jr., tetapi asalnya dari khotbah seorang pendeta di Boston lebih dari 170 tahun yang lalu. 

Dan pada saat itu, perjuangan penghapusan perbudakan tampaknya telah kalah, kompromi tahun 1850 telah menjadikan tindakan melindungi budak buronan sebagai kejahatan menurut hukum federal, bahkan di negara-negara bagian yang telah menghapus perbudakan.

Dan dalam kasus yang menarik perhatian nasional, seorang buronan muda di Boston ditangkap, diadili, dan digiring ke dermaga oleh ratusan petugas bersenjata, di mana ia langsung dinaikkan ke kapal yang menuju ke selatan, tempat ia akan tetap berada dalam belenggu dan rantai.

Dan itu adalah momen ketidakpastian dan keputusasaan yang mendalam. Sebuah momen yang oleh sang pendeta disebut lebih kelam daripada yang pernah disaksikan New England.

“Kita tidak melihat,” ujar Pendeta Theodore Parker, “Keadilan selalu ditegakkan di bumi.”

“Banyak orang jahat yang kaya, berwibawa, dan dihormati, sementara orang yang adil miskin, dibenci, dan menderita siksaan.”

“Saya tidak berpura-pura,” kata pendeta itu, “memahami alam semesta moral. Jalannya sangat panjang.”

Jangkauan pandangan mataku terbatas. Aku tak dapat menghitung kelengkungan dan melengkapi bentuknya hanya dengan pengalaman penglihatan; aku dapat memahaminya melalui hati nurani, tetapi dari apa yang kulihat, aku yakin bentuknya condong ke arah keadilan.”

Pendeta yang baik itu tidak memiliki ilusi tentang bahaya dan rintangan yang dihadapi oleh perjuangan para abolisionis. Kata-katanya tidak menawarkan jawaban mudah, tidak ada jaminan yang menenangkan bahwa dia atau jemaatnya akan hidup untuk melihat kemajuan yang sangat mereka dambakan.

Sebaliknya, itu adalah pernyataan iman, seruan yang menantang, bukan untuk meninggalkan harapan atau menyerah pada rasa takut, tetapi untuk tetap setia pada diri kita yang lebih baik, dan setia satu sama lain, dan untuk terus berjuang, untuk memenuhi janji bangsa ini, bahkan di tengah kekejaman dan kekecewaan yang pahit, bahkan di tengah rintangan yang mustahil. 

"We need leaders not in love with Money but in love with Justice. Not in love with Publicity but in love with Humanity".

Pesan dari  Dr Martin Luther King Jr bahwa, Kita membutuhkan pemimpin yang tidak mencintai uang tetapi mencintai keadilan. 

Tidak mencintai publisitas tetapi mencintai kemanusiaan. Sebuah pesan bagi para pemimpin Demokrasi.


*Penulis adalah Eksponen Gema 77/78


Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya