Berita

PM Inggris Keir Starmer (Foto: Tangkapan Layar X)

Dunia

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

SENIN, 22 JUNI 2026 | 19:20 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pemimpin Partai Buruh dan perdana menteri pada Senin, 22 Juni 2026. 

Keputusan tersebut muncul di tengah eskalasi tekanan dari anggota parlemen dan sejumlah menteri kabinet, yang menilai Starmer tidak lagi memiliki posisi kuat untuk memimpin Partai Buruh menuju pemilu berikutnya. 

“Saya telah mendengar jawaban partai parlemen saya atas pertanyaan itu, dan saya menerima jawaban itu dengan lapang dada. Setiap keputusan yang saya ambil selalu mengutamakan negara yang saya cintai, itulah sebabnya saya akan mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh," ujarnya dalam sebuah pernyataan di Downing Street. 


Sementara itu, politisi Partai Buruh Andy Burnham menegaskan kesiapannya mengambil alih proses transisi kepemimpinan. 

"Saya akan mengajukan diri sebagai bagian dari proses ini. Negara mengharapkan stabilitas, keseriusan, dan fokus yang berkelanjutan pada isu-isu yang paling penting, dan itulah yang akan didapatkannya," ujar Burnham.

Dukungan politik terhadap Burnham kian menguat setelah sejumlah figur penting Partai Buruh, termasuk Wes Streeting, menyatakan tidak akan maju dalam kontestasi dan memilih merapatkan barisan. 

Streeting menyebut Burnham sebagai figur yang dinilai mampu menjaga stabilitas dan memperkuat arah kebijakan partai.

"Setelah berbicara panjang lebar dengan Andy dalam beberapa hari terakhir, saya yakin bahwa ada tempat untuk ide-ide tersebut di bawah kepemimpinannya; bahwa ia berkomitmen untuk membangun partai inklusif yang memanfaatkan yang terbaik dari tradisi politik kita; dan bahwa ia dapat memenangkan pertarungan hidup mati kita melawan kekuatan nasionalisme," jelasnya.

Pengunduran diri Keir Starmer terjadi hampir tepat satu dekade setelah Inggris memutuskan keluar dari Uni Eropa melalui referendum Brexit yang mengguncang arah politik negara tersebut.

Pergantian ini menjadikan penggantinya sebagai pemimpin ketujuh Inggris dalam kurun waktu tersebut, sebuah penanda betapa dinamika politik dan tekanan ekonomi masih terus membayangi stabilitas pemerintahan di London, bahkan setelah proses Brexit dinyatakan tuntas.

Siklus ketidakstabilan itu dimulai dari David Cameron yang memilih mundur usai kalah dalam kampanye mempertahankan keanggotaan Inggris di Uni Eropa pada referendum 2016. Kekalahan tersebut menjadi titik balik besar dalam lanskap politik Inggris modern.

Tongkat estafet kemudian beralih ke Theresa May dari Partai Konservatif, yang selama tiga tahun berupaya merumuskan ulang hubungan Inggris dengan Uni Eropa. Namun, tarik-menarik politik soal kesepakatan Brexit akhirnya turut menyeretnya untuk mengundurkan diri.

Posisi May digantikan Boris Johnson, yang pada akhirnya juga harus melepaskan jabatan pada Juli 2022 di tengah tekanan politik akibat penanganan skandal yang melibatkan Chris Pincher, yang memicu gelombang pengunduran diri di internal pemerintahannya.

Kursi kepemimpinan kemudian diisi Liz Truss, namun masa jabatannya berakhir singkat setelah kebijakan “anggaran mini” pemotongan pajak tanpa skema pendanaan yang jelas memicu gejolak pasar keuangan, termasuk lonjakan imbal hasil obligasi dan tekanan pada poundsterling. Ia mundur hanya 50 hari setelah menjabat.

Setelah itu, Rishi Sunak mengambil alih di tengah situasi ekonomi yang berat, dengan inflasi tinggi dan krisis biaya hidup yang diperparah dampak perang di Ukraina. 

Starmer sendiri kemudian mengalahkan Sunak dalam pemilu Juli 2024, membawa Partai Buruh kembali berkuasa setelah 14 tahun dengan kemenangan besar.

Namun, meski berhasil mengamankan mayoritas 174 kursi, pemerintahan Starmer pada akhirnya menghadapi tekanan politik yang kian besar, mulai dari penurunan tingkat kepuasan publik, friksi internal Partai Buruh, hingga kekecewaan atas lambatnya realisasi pertumbuhan ekonomi dan penurunan biaya hidup.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya