Berita

Ilustrasi Sejarah Jakarta (Sumber: Gemini Generated Image)

Nusantara

Ulang Tahun Jakarta, Ini Sejarah Batavia hingga Ibu Kota

SENIN, 22 JUNI 2026 | 18:50 WIB | OLEH: TIFANI

Hari ulang tahun (HUT) Jakarta yang diperingati setiap 22 Juni menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan sejarah Indonesia. Pada tahun 2026, Jakarta genap berusia 499 tahun, menandai transformasi panjang kota ini dari sebuah pelabuhan perdagangan di pesisir utara Pulau Jawa hingga berkembang menjadi pusat pemerintahan, ekonomi, dan bisnis nasional.

Di balik perayaan ulang tahun tersebut, Jakarta telah melewati berbagai fase sejarah dan pergantian nama. Wilayah ini pernah dikenal sebagai Sunda Kelapa, kemudian berubah menjadi Jayakarta, lalu menjadi Batavia pada masa kolonial Belanda, sebelum akhirnya dikenal sebagai Jakarta seperti saat ini.

Lantas, bagaimana perjalanan Jakarta dari masa pelabuhan Sunda Kelapa hingga menjadi ibu kota Indonesia?


Sejarah Jakarta

Merujuk buku Sejarah Kota Jakarta 1950–1980, sejarah Jakarta bermula dari pelabuhan Sunda Kelapa yang saat itu berada di bawah kekuasaan Kerajaan Hindu Pajajaran. Pada masanya, Sunda Kelapa menjadi pusat perdagangan yang ramai dan strategis sehingga menarik perhatian bangsa Portugis yang saat itu telah menguasai Malaka.

Pada awal abad ke-16, Portugis mulai menjalin hubungan dengan Kerajaan Pajajaran dan memperoleh izin untuk membangun benteng di sekitar muara Sungai Ciliwung guna memperkuat jalur perdagangan mereka. Namun rencana tersebut tidak berjalan mulus.

Ketika Portugis kembali ke Sunda Kelapa pada 1527, wilayah tersebut telah beralih kekuasaan ke tangan Pangeran Fatahillah. Perebutan wilayah pun terjadi hingga akhirnya pasukan Fatahillah berhasil memenangkan pertempuran dan mengusir pengaruh Portugis dari kawasan tersebut.

Usai kemenangan itu, nama Sunda Kelapa diubah menjadi Jayakarta, yang berarti “kemenangan yang sempurna”. Peristiwa inilah yang kemudian menjadi dasar penetapan 22 Juni sebagai hari lahir Kota Jakarta.

Seiring berkembangnya perdagangan, Jayakarta tumbuh menjadi kota pelabuhan yang semakin ramai. Pedagang dari berbagai negara, termasuk Belanda, Portugis, dan Inggris mulai berdatangan serta mendirikan pusat aktivitas dagang di kawasan tersebut.

Memasuki 1619, Belanda melalui VOC memindahkan pusat kekuasaannya ke Jayakarta. Di bawah kepemimpinan Jan Pieterszoon Coen, nama Jayakarta kembali diubah menjadi Batavia.

Pada masa Batavia, Belanda membangun tata kota yang menyerupai kota-kota di Eropa dengan sistem blok dan kanal. Namun, keberadaan kanal tersebut kemudian banyak dikritik karena dianggap menjadi sumber penyakit dan lingkungan yang kurang sehat.

Batavia menjadi pusat pemerintahan kolonial Belanda selama kurang lebih tiga abad, hingga akhirnya berakhir pada 1942 ketika Jepang mengambil alih kekuasaan. Di masa pendudukan Jepang, Batavia kembali berganti nama menjadi Djakarta Tokubetsu Shi atau Jakarta Kota Istimewa. 

Nama tersebut mulai digunakan secara resmi pada 8 Desember 1942. Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu dan Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Jakarta kemudian ditetapkan sebagai ibu kota Republik Indonesia.

Selanjutnya, pada 30 Desember 1949, penggunaan nama Batavia resmi dihapus dan kota ini mulai dikenal sebagai Jakarta. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 22 Juni 1956, Jakarta semakin dikukuhkan identitasnya sebagai kota yang menjadi simbol perjalanan sejarah bangsa.

Sejak saat itu, 22 Juni diperingati sebagai Hari Ulang Tahun Jakarta, sekaligus menjadi pengingat perjalanan panjang kota ini dari Sunda Kelapa, Jayakarta, Batavia, hingga menjadi Jakarta modern seperti sekarang.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya