Berita

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Cegah Gangguan Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Pengadaan Batu Bara

SENIN, 22 JUNI 2026 | 18:37 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Guna memastikan stabilitas pasokan listrik nasional, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membentuk tim khusus untuk memperketat pengawasan pengadaan batu bara PT PLN (Persero).

Hal itu disampaikan Bahlil usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 22 Juni 2026. 

Bahlil mengatakan, tim tersebut akan diisi diisi oleh internal Kementerian ESDM yakni Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara serta Inspektorat Jenderal. 


Selain itu, unsur pengawasan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), pihak PLN, serta penegak hukum juga akan dilibatkan. 

"Saya membentuk tim. Tim pengadaannya itu terdiri dari PLN, Dirjen Batubara, BPKP, Inspektur Jenderal. Dan tidak menutup kemungkinan kita melibatkan juga pendampingan dari aparat penegak hukum, agar hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi," ujarnya kepada awak media. 

Bahlil menjelaskan, konsumsi batu bara PLN mencapai sekitar 154 juta ton per tahun, dengan penugasan pasokan dari Kementerian ESDM kepada perusahaan tambang mencapai 180-190 juta ton. 

Sementara kontrak pengadaan PLN dengan pemasok tercatat sekitar 134 juta ton per tahun. Tim ini diharapkan segera menyelesaikan sisa kekurangan guna menghindari potensi gangguan pelayanan listrik kepada masyarakat.

“Sebenarnya secara kontrak dengan PLN dengan pengusaha 134 juta untuk satu tahun. Sekarang kan baru bulan 6, itu harusnya no issue," pungkas Bahlil.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya