Berita

Ilustrasi kunang-kunang/Net

Nusantara

Akankah Kunang-Kunang Hanya Menjadi Legenda? Alarm Kualitas Lingkungan Kita

SENIN, 22 JUNI 2026 | 15:51 WIB | OLEH: ANANDA GABRIEL

Pernahkah Anda menyadari bahwa kehadiran kunang-kunang di sekitar kita kini kian sulit ditemukan?

Fenomena ini bukan sekadar hilangnya memori masa kecil, melainkan sebuah alarm keras mengenai menurunnya kualitas lingkungan hidup kita.

Menurut Prof. drh Upik Kesumawati Hadi, pakar entomologi dari IPB University, kunang-kunang adalah bioindikator alami.


Keberadaan mereka mencerminkan kesehatan sebuah ekosistem. Ketika lingkungan rusak, serangga bercahaya ini menjadi salah satu organisme yang paling cepat menyusut populasinya, bahkan menghilang.

Masalahnya, ancaman ini kini bersifat global; di Indonesia, populasi mereka menurun drastis, terutama di kawasan perkotaan akibat alih fungsi lahan hijau menjadi permukiman atau industri.  

Tak hanya kehilangan rumah, kunang-kunang juga mengalami gangguan reproduksi akibat polusi cahaya.

Lampu LED yang terlalu terang di malam hari mengacaukan sinyal kawin mereka, sehingga jantan kesulitan mendeteksi cahaya dari betina.

Kondisi ini diperparah oleh penggunaan insektisida kimia, perubahan iklim yang memicu kekeringan, hingga semenisasi saluran irigasi yang menghilangkan kelembapan tanah?"elemen vital bagi larva kunang-kunang untuk berkembang.

Prof. Upik memperingatkan bahwa jika kerusakan habitat dan polusi cahaya terus dibiarkan, generasi mendatang mungkin hanya mengenal kunang-kunang melalui museum atau tayangan digital.

Namun, harapan belum sepenuhnya musnah. Serangga ini masih dapat ditemukan di habitat yang lembap, minim polusi cahaya, dan bebas pencemaran, seperti tepi sungai alami atau perkebunan organik.

Kita bisa ikut berperan aktif menyelamatkan mereka. Langkah sederhana seperti mengurangi penggunaan lampu luar ruangan yang terlalu terang, tidak menutup seluruh halaman dengan semen agar tanah tetap lembap, serta menjaga kebersihan sungai sangatlah berarti.

Melestarikan habitat kunang-kunang bukan sekadar soal menjaga serangga unik, tetapi menjaga agar kualitas lingkungan tetap lestari bagi generasi mendatang.

Mari bertindak sebelum cahaya alami mereka benar-benar padam selamanya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Denny Indrayana Optimistis MK Diskualifikasi Gibran

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:05

Harga Minyak Dunia Membara, Rupiah Kembali Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:03

Prabowo Pimpin Upacara HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:55

Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:49

Masuknya RG Jadi Wantimpres Pelajaran untuk Tak Terlalu Anti Kekuasaan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:43

Ribuan Prajurit Dikerahkan Dalam HUT ke-81 TNI di Cilangkap

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:34

SBY dan Jokowi Kompak Hadir di Upacara HUT Ke-81 TNI

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:33

IHSG Positif di Awal Perdagangan

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:32

Profil Komandan Upacara HUT Ke-81 TNI Letjen TNI Lucky Avianto

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:18

KPK Telusuri Dugaan Setoran dari Wajib Pajak Sektor Pertambangan di Banjarmasin

Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17

Selengkapnya