Berita

Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Foto: istimewa)

Politik

Jokowi Dorong Gibran Dua Periode, PKS Ingatkan Presidennya Prabowo

SENIN, 22 JUNI 2026 | 10:40 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pernyataan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, yang meminta kader PSI mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga dua periode dinilai sebagai hal yang wajar.

Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera, menilai keinginan Jokowi agar pemerintahan Prabowo-Gibran berlanjut selama dua periode memiliki alasan yang masuk akal.

"Wajar Pak Jokowi minta dua periode. Alasannya masuk akal, agar ada kelanjutan. Dan dalam pikiran Pak Jokowi, dua periode agar stabil," kata Mardani lewat akun X miliknya, Senin, 22 Juni 2026.


Meski demikian, Mardani menegaskan bahwa keberlanjutan pemerintahan hingga dua periode pada akhirnya sangat bergantung kepada Prabowo sebagai presiden.

Menurutnya, Prabowo memiliki hak penuh untuk menentukan arah politik pada pemilihan presiden berikutnya, termasuk memilih sosok yang akan mendampinginya apabila kembali maju.

"Tapi PKS melihat bahwa apakah akan berlanjut dua periode sangat tergantung Pak Prabowo. Presidennya Pak Prabowo. Beliau punya hak untuk memilih siapa yang akan dampingi pada periode berikutnya," ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi memberikan arahan kepada kader PSI agar mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran hingga dua periode. Menurut Jokowi, kesinambungan pemerintahan diperlukan agar program-program yang telah berjalan dapat dituntaskan dan memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya