Berita

Ilustrasi beras di pasar (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Indonesia Jadi Raja Beras ASEAN, Produksi Naik Tertinggi di Dunia

SENIN, 22 JUNI 2026 | 08:25 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indonesia kembali mendapat pengakuan dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) sebagai negara produsen beras terbesar di Asia Tenggara. 

Dalam laporan terbaru FAO, Indonesia juga menempati posisi keempat produsen beras terbesar di dunia pada 2025, di bawah India, China, dan Bangladesh.

Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan capaian tersebut menunjukkan kinerja positif sektor perberasan nasional di tengah tantangan pangan global.


“FAO kembali menempatkan Indonesia sebagai negara produsen beras tertinggi di Asia Tenggara dan juga menjadi yang tertinggi keempat dunia setelah India, China, dan Bangladesh,” ujar Amran dalam keterangannya dikutip redaksi di Jakarta, Senin 21 Juni 2026. 

Menurut FAO, Indonesia menjadi salah satu dari dua negara di kelompok empat produsen terbesar dunia yang diproyeksikan masih mencatat pertumbuhan produksi positif. Negara lainnya adalah China.

Bahkan, jika dibandingkan antara periode produksi 2025/2026 dan 2024/2025, Indonesia diperkirakan mencatat kenaikan produksi terbesar di antara negara-negara produsen utama dunia, yakni lebih dari 4 juta ton. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan India sebesar 1,7 juta ton, Brasil 1,5 juta ton, dan Bangladesh 1,1 juta ton.

Amran menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa upaya peningkatan produktivitas pertanian mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Selain produksi yang meningkat, FAO juga mencatat Indonesia berhasil menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani dan meningkatkan stok beras nasional.

Dalam laporan Food Outlook edisi Juni 2026, FAO menyebut peningkatan stok beras Indonesia turut berkontribusi dalam menjaga ketersediaan cadangan beras dunia. Organisasi tersebut memperkirakan stok beras global pada akhir periode 2026/2027 dapat mencapai 213,8 juta ton, atau menjadi yang tertinggi kedua dalam satu dekade terakhir.

Pemerintah berharap tren positif tersebut dapat memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan posisi Indonesia dalam peta pangan dunia.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Buya Anwar: Kasus Korupsi Bisa Picu Krisis Kepercayaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:18

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Raih Penghargaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:02

Ini Jadwal Lengkap Rencana Perjalanan Haji 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:45

Seragam Tak Mengubah Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:34

Cek Kesehatan Gratis Kini Lebih Mudah Diakses

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:19

Polda Banten: KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:59

Pembangunan KNMP Sima-Wabu Libatkan Warga Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:46

Korban Indosurya Berjuang Mencari Keadilan sejak 2020

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:13

Pramono Dorong Film Nasional Tembus Pasar ASEAN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:02

Galeri 24 Sabet Top 2 Kategori Retail dan Top 28 BUMN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 03:32

Selengkapnya