Berita

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), sekaligus Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal (Foto: RMOL)

Bisnis

Ancaman PHK Mengintai Industri Komponen Otomotif, Ribuan Pekerja Berpotensi Terdampak

SENIN, 22 JUNI 2026 | 07:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Gelombang kekhawatiran terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali menghantui sektor manufaktur nasional. Kali ini, industri komponen otomotif di Jawa Timur menjadi sorotan setelah muncul indikasi relokasi produksi ke luar negeri yang berpotensi berdampak pada ribuan pekerja.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), sekaligus Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan terdapat dua perusahaan besar komponen otomotif yang berlokasi di Pasuruan dan Mojokerto yang tengah membahas rencana pemindahan sebagian kegiatan produksi ke luar negeri.

Meski belum dapat menyebut identitas perusahaan, Said mengatakan informasi awal yang diperolehnya menunjukkan ribuan pekerja berpotensi kehilangan pekerjaan jika relokasi tersebut benar-benar direalisasikan.


"Di daerah Pasuruan dan Mojokerto, Jawa Timur, ada dua perusahaan raksasa komponen otomotif. Saya belum bisa sebut nama perusahaannya. Dari informasi awal yang saya peroleh saat ke Jawa Timur, ribuan karyawannya berpotensi terdampak PHK," ujar Said Iqbal dalam konferensi pers daring, Minggu 21 Juni 2026. 

Menurut Said, ancaman PHK tersebut berkaitan dengan perubahan strategi bisnis perusahaan induk di Jepang yang mulai mengalihkan investasi dan kapasitas produksinya ke negara lain yang dianggap lebih kompetitif.

Ia menjelaskan, sejumlah prinsipal otomotif Jepang kini memfokuskan pengembangan kendaraan listrik di Vietnam. Pergeseran orientasi bisnis tersebut dinilai berpotensi mengurangi peran Indonesia sebagai basis produksi komponen otomotif konvensional.

"Situasi perang yang tidak menentu membuat prinsipal di Jepang akan memindahkan sebagian produksinya ke negara yang lebih produktif dan melakukan diversifikasi produk. Mereka akan berfokus pada mobil listrik yang pengembangannya dilakukan di Vietnam, bukan di Indonesia," kata Said.

Menyikapi kondisi tersebut, KSPI bersama Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) telah meminta serikat pekerja di perusahaan terkait untuk segera membuka komunikasi dengan manajemen.

Langkah tersebut bertujuan meyakinkan prinsipal agar tetap mempertahankan fasilitas produksi di Indonesia dan tidak memindahkan investasi ke Vietnam.

Said menyebut hasil dialog tersebut nantinya akan dilaporkan kepada Presiden, dengan tembusan kepada Menteri Sekretaris Negara dan pimpinan DPR RI, sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan penguatan industri kendaraan listrik nasional.

Sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said mengaku koordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan kini dapat dilakukan lebih cepat untuk memperkuat langkah mitigasi sejak dini.

"Mudah-mudahan ini lebih banyak manfaatnya. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, bersama KSPI sudah melakukan langkah-langkah mitigasi awal untuk menghindari terjadinya PHK," ujarnya.

Meski masih berada pada tahap pembahasan awal, potensi relokasi dua perusahaan tersebut dinilai menjadi sinyal peringatan bagi industri otomotif nasional agar tidak kehilangan momentum dalam persaingan pengembangan kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya