Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Bisnis

Dipimpin Dirut Baru Tanpa Background Maritim, Pelni Diprediksi Sulit Berkembang

SENIN, 22 JUNI 2026 | 06:52 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Perombakan direksi PT Pelni usai RUPS pada Kamis, 18 Juni 2026 lalu menuai sorotan.

Dalam keputusan tersebut, Tri Andayani dan Anik Hidayati digantikan masing-masing oleh Budi Setyawan Wijaya sebagai Direktur Utama dan Triswahyu Herlina sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.

Menurut Direktur Eksekutif The National Maritime Institute (Namarin) Siswanto Rusdi, Pelni ketika tidak diawaki dengan sosok yang mengerti bisnis maritim akan sulit berkembang.


“Jadi masa kejayaan Pelni ini sudah redup, tiba-tiba direksi diganti dengan orang yang background-nya tidak tahu bisnis maritim, tambah mau dibawa ke mana, apa terobosan dirut baru?” tegas Siswanto kepada RMOL di Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.

Budi sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Integrasi Aviasi Solusi atau InJourney Aviation Services (IAS). Ia juga pernah menjabat sebagai Komisaris Telkomsigma (2023-2025), Direktur Strategic Portfolio PT Telkom Indonesia Tbk (persero) (2020-2025), Streamlining Subsidiaries Transformation Program Leader PT Telkom Indonesia Tbk (persero) (2020).

Kemudian, Direktur Utama PT Admedika (2017-2020), Komisaris Utama Telkomedika (2017-2020), Komisaris Utama PT Balebat (2017), Direktur Utama PT MD Media (2015-2017), Direktur Utama PT Melon Indonesia (2013-2015), CFO PT Melon Indonesia ( 2010-2013).

Lanjut Siswanto, dilihat dari latar belakang tersebut maka diprediksi Pelni yang memiliki bisnis di bidang angkutan laut bakal sulit berkembang di tengah kondisi penumpang kapal yang terus menyusut.

“Yang mengerti bisnis pelayaran saja tidak mampu mengatasi kondisi ini, apalagi yang tidak. Dalam bisnis pelayaran itu sangat rumit, ini berbeda dengan bisnis lainnya,” ungkap Siswanto.

Ia menyebut selama ini Pelni juga menjadi perusahaan yang seakan hidup segan mati tak mau. Berbagai bantuan pemerintah seperti Penyertaan Modal Negara (PMN) hingga Public Service Obligation (PSO) terus dilakukan untuk menghidupi perusahaan ini.

“Agak sulit dalam situasi seperti sekarang, pesimis perusahaan ini bisa berkembang,” tandasnya.

Berikut susunan Jajaran Direksi terbaru PT Pelni (Persero):
1. Direktur Utama: Budi Setyawan Wijaya
2. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Triswahyu Herlina
3. Direktur Armada dan Teknik: Kokok Susanto
4. Direktur SDM dan Umum: Heri Purnomo
5. Direktur Usaha Angkutan Penumpang: Nuraini Dessy W
6. Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut: Hana Suhardi

Susunan Dewan Komisaris PT Pelni (Persero):
1. Komisaris Utama: Soenarko Gatie Atmodjo
2. Komisaris: Faturohman
3. Komisaris: Budi Mantoro
4. Komisaris: Moekhlas Sidik
5. Komisaris Independen: Sosialisman Hidayat Hasibuan.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya