Berita

Roy Suryo dan Dokter Tifa saat hendak dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati Polri untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. (Foto: RMOL/Bonfilio)

Politik

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

MINGGU, 21 JUNI 2026 | 23:17 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Penangkapan pengamat telematika Roy Suryo dan Dokter Tifa dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terkait polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi menuai kritik dari berbagai kalangan.

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi menilai, langkah Kepolisian dalam menangani perkara tersebut justru semakin memperburuk citra institusi penegak hukum di mata publik.

Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto perlu melakukan evaluasi terhadap kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyusul penanganan kasus yang menyeret Roy Suryo dan dokter Tifa tersebut.


"Sudah saatnya Kapolri dievaluasi oleh Presiden Prabowo dalam kasus penangkapan Roy dan Tifa ini. Seolah Kepolisian masih di bawah kendali Jokowi," kata Muslim Arbi kepada wartawan di Jakarta, Minggu, 21 Juni 2026.

Ia berpandangan, polemik mengenai keaslian ijazah Jokowi masih menjadi perdebatan di ruang publik, sehingga seharusnya disikapi secara terbuka.

Muslim Arbi membandingkan situasi tersebut dengan langkah Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arsul Sani yang pernah menunjukkan dokumen pendidikannya kepada publik saat muncul keraguan mengenai keasliannya.

"Padahal kasus laporan Jokowi ini. Keberadaan ijazahnya saja masih terjadi perdebatan. Ijazah Jokowi itu jika benar asli tirulah seperti Hakim MK Arsul Sani yang diragukan keasliannya. Arsul Sani langsung tunjukkan ke publik dan persoalan selesai. Tidak perlu melaporkan pihak-pihak yang menuduh ijazahnya diragukan," ujarnya.

Ia juga menyayangkan penangkapan terhadap Roy Suryo dan Dokter Tifa karena keduanya dinilai bersikap kooperatif selama proses hukum berlangsung.

"Dalam kasus penangkapan Roy dan Tifa ini patut disesalkan. Karena berduanya kooperatif selama ini. Jadi Kepolisian supaya tidak dianggap masih di bawah kendali Jokowi segera saja bebaskan Roy dan Tifa," pungkasnya.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya