Berita

BPBD Kabupaten Bima melakukan distribusi air bersih sebanyak 10.000 liter air kepada warga yang terdampak kekeringan di Desa Bajo Kecamatan Soromandi pada Sabtu, 20 Juni 2026. (Foto: Dok. BPBD Bima)

Nusantara

Kemarau Mulai Menggigit, Ini Deretan Daerah yang Dilanda Karhutla dan Krisis Air

MINGGU, 21 JUNI 2026 | 15:56 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru mengenai rentetan bencana hidrometeorologi kering yang melanda sejumlah wilayah di tanah air pada periode 20-21 Juni 2026.

Laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan, fenomena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta krisis air bersih mulai mengancam beberapa daerah.

Di Kalimantan Selatan, karhutla dilaporkan menghanguskan lahan seluas 5,3 hektare di Kabupaten Banjar pada Sabtu, 20 Juni 2026. Amukan si jago merah menyasar Desa Simpang Lima, Kecamatan Cintapuri Darussalam (2 hektare), dan Desa Pesayangan, Kecamatan Martapura (3,3 hektare).


"Kondisi terkini, api yang membakar Desa Simpang Lima berhasil dipadamkan. Namun untuk wilayah Desa Pesayangan, tim gabungan BPBD masih terus berjibaku melakukan pemadaman," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu, 21 Juni 2026.

Karhutla juga pecah di Pulau Jawa. Dipicu aksi teledor warga yang membakar sampah di tengah cuaca kering, lahan seluas 3 hektare di Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, ludes dilalap api pada Sabtu sore, 20 Juni 2026 pukul 15.45 WIB.

Tak hanya karhutla, Klaten juga mulai dihantam krisis air bersih akibat kemarau. Menindaklanjuti jeritan warga, BPBD Klaten langsung menggelontorkan 60.000 liter atau 12 tangki air bersih ke Kecamatan Kemalang.

Krisis air bersih akibat kekeringan ekstrem ini ternyata meluas ke beberapa wilayah lain sejak awal Juni 2026:
Merespons situasi yang kian mengkhawatirkan ini, BNPB mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat dan pemerintah daerah (Pemda). Warga diminta bijak menghemat air dan stop membuka lahan atau membersihkan sampah dengan cara dibakar.
"Bagi pemerintah daerah, kami imbau agar segera melakukan langkah pencegahan dan penanganan kekeringan secara konkret. Salah satunya dengan membuat embung atau tempat penampungan air berskala besar sebagai cadangan strategis bagi warga," tegas Abdul Muhari.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya