Berita

Anggota Komisi III DPR RI Abdullah. (Foto: RMOL)

Politik

Kapolri Diminta Evaluasi Intelijen Usai Polisi Menyamar di Aksi Mahasiswa UMY

MINGGU, 21 JUNI 2026 | 14:31 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kinerja jajaran intelijen Polri menjadi sorotan setelah seorang anggota intelijen Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kedapatan menyamar di tengah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). 

Peristiwa tersebut dinilai perlu menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan tugas intelijen tetap berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPR RI Abdullah meminta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengevaluasi jajaran intelijen Polri, khususnya di Polda DIY.


"Saya meminta Polri, khususnya Polda DIY, menjalankan kegiatan intelijen secara proporsional sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," kata Abdullah, dikutip Minggu, 21 Juni 2026.

Menurut politikus PKB itu, personel intelijen harus memahami batas-batas kewenangannya, terutama saat bertugas di lingkungan akademik yang menjadi ruang penyampaian aspirasi masyarakat.

"Personel intelijen harus memahami batas-batas kewenangannya agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat. Kasus terungkapnya keberadaan intel di lingkungan kampus UMY harus menjadi bahan evaluasi bagi Polri," tegasnya.

Abdullah mengaku akan menyampaikan persoalan tersebut kepada Kapolri dalam rapat kerja Komisi III DPR bersama Polri. Menurutnya, monitoring dan evaluasi terhadap kinerja intelijen penting dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme personel.

"Monev ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas SDM atau intelijen Polri agar semakin profesional dan proporsional dalam menjalankan tugas dan fungsinya serta menjawab tantangan zaman," ujarnya.

Sebelumnya, pada Rabu malam, 17 Juni 2026, seorang anggota intelijen Polda DIY diamankan mahasiswa setelah diduga menyusup dan memotret aktivitas mahasiswa yang baru kembali dari aksi demonstrasi di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta. 

Mahasiswa kemudian membawa anggota intel tersebut ke ruang rektorat untuk menghindari tindakan main hakim sendiri.

Wakil Rektor UMY Zuly Qodir mengatakan pihaknya menerima permintaan dari Polda DIY untuk membantu mengamankan anggotanya. Ia memastikan situasi tetap kondusif dan mahasiswa hanya meminta transparansi serta permintaan maaf langsung dari anggota intel tersebut. 

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya