Berita

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid. (Foto: RMOL/Yudhistira Wicaksono)

Politik

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

MINGGU, 21 JUNI 2026 | 13:00 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang dialog konstruktif dengan menjadikan aspirasi publik sebagai kompas utama dalam menyempurnaan kebijakan.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid menegaskan, kritik dan masukan dari masyarakat merupakan elemen vital demi melahirkan kebijakan publik yang berkualitas dan berpihak pada rakyat.

"Kritik dan masukan dari masyarakat merupakan bagian penting dalam upaya memperbaiki kualitas kebijakan publik," ujar Nusron dikutip Minggu, 21 Juni 2026.


Merespons gelombang aksi demonstrasi mahasiswa belakangan ini, Nusron justru menyambutnya dengan tangan terbuka. Bagi politisi Golkar ini, aksi turun ke jalan adalah bagian dari dinamika demokrasi yang sehat.

"Setiap kebijakan yang dihasilkan terus dievaluasi dan disempurnakan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang," jelasnya.

Nusron mengingatkan, pejabat publik di era sekarang tidak boleh antikritik. Mereka wajib memiliki keterbukaan untuk mendengarkan berbagai pandangan miring sekalipun, sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan kepada publik.

Terlebih dalam momentum Bulan Pancasila saat ini, pemerintah mendorong tebalnya budaya dialog dan evaluasi berkelanjutan. Tujuannya, agar setiap kebijakan yang diteken selaras dengan ideologi bangsa.

“Ini di Bulan Pancasila, apakah kebijakan publik yang saya ambil dalam pemerintahan sudah sesuai apa tidak? Sudah sesuai dengan Pancasila atau tidak? Kalau belum, ayo kita koreksi bersama-sama, item-item apa yang belum sesuai,” cetus Nusron.

Lewat paradigma ini, kementeriannya tidak lagi memandang demonstrasi mahasiswa sebagai batu sandungan atau hambatan kerja. Sebaliknya, aksi tersebut ditempatkan sebagai alarm evaluasi yang sangat berharga.

Nusron pun menggaransi, setiap poin tuntutan yang dibawa mahasiswa dalam unjuk rasa akan dikaji secara mendalam. Masukan tersebut bakal dijadikan bahan bakar untuk menyempurnakan regulasi agraria dan tata ruang demi kesejahteraan rakyat luas.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya