Berita

Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra), Herzaky Mahendra Putra. (Foto: RMOL)

Politik

Demokrat Ingatkan PDIP, Mau di Luar atau di Dalam Pemerintahan?

SABTU, 20 JUNI 2026 | 20:24 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Demokrat berpandangan bahwa dalam demokrasi yang sehat, rakyat berhak mengetahui secara jelas posisi setiap partai politik.

Demikian ditegaskan Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra), Herzaky Mahendra Putra merespons pandangan PKB hingga Golkar mengenai posisi politik PDIP yang dinilai abu-abu.

Menurut Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra), Herzaky Mahendra Putra, Partai Demokrat menilai kejelasan sikap politik penting untuk menghindari tafsir yang berbeda-beda di tengah masyarakat. 


Sebab, katanya, publik berhak mengetahui secara jelas apakah PDIP memilih menjadi bagian dari pendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto atau menjalankan peran sebagai kekuatan penyeimbang di luar pemerintahan.

“Yang menjadi pertanyaan publik bukan apakah PDIP mendukung atau tidak mendukung pemerintah. Yang menjadi pertanyaan adalah seberapa jelas posisi tersebut dijalankan dan dikomunikasikan kepada masyarakat,” ujar Herzaky dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu, 20 Juni 2026.

Menurut Herzaky, pengalaman menunjukkan bahwa posisi politik yang jelas akan memudahkan rakyat memahami arah perjuangan sebuah partai sekaligus menilai konsistensi antara pernyataan dan tindakan politiknya.

Ia menegaskan, Partai Demokrat pernah berada di luar pemerintahan selama hampir satu dekade. 

“Saat itu kami mengambil posisi sebagai kekuatan penyeimbang yang memberikan kritik, masukan, dan koreksi secara konstruktif terhadap kebijakan pemerintah. Ketika pemerintah benar, kami mendukung. Ketika pemerintah keliru, kami mengingatkan. Namun posisi kami jelas sehingga publik mengetahui di mana Demokrat berdiri,” katanya.

Kendati demikian, Herzaky juga menghormati pernyataan Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira yang menyebut PDIP sebagai “partai penyeimbang di luar pemerintahan” sesuai keputusan Kongres Partai. 

Namun, menurut Herzaky, pernyataan tersebut perlu tercermin secara konsisten dalam praktik politik sehari-hari agar tidak menimbulkan tafsir yang berbeda-beda di tengah masyarakat.

“Jika PDIP memang memilih berada di luar pemerintahan sebagai partai penyeimbang, maka itu merupakan pilihan politik yang sah dan harus dihormati. Sebaliknya, jika memilih mendukung pemerintahan, itu juga merupakan pilihan politik yang sah. Yang dibutuhkan publik adalah kejelasan dan konsistensi,” tegasnya. 

Herzaky meyakini bahwa demokrasi membutuhkan pembagian peran yang jelas antara partai-partai yang berada di dalam pemerintahan dan partai-partai yang memilih berada di luar pemerintahan.

“Dalam demokrasi, tidak ada masalah menjadi pendukung pemerintah. Tidak ada masalah menjadi penyeimbang di luar pemerintah. Yang menjadi masalah adalah ketika rakyat kesulitan membedakan keduanya,” pungkas Herzaky.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya