Berita

Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin (tengah). (Foto: Laman Pemkot Tangsel)

Nusantara

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

SABTU, 20 JUNI 2026 | 18:09 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tangerang Selatan merilis hasil evaluasi operasional aplikasi super Tangsel ONE dan asisten virtual berbasis kecerdasan buatan (AI) Chat-First, Helita selama periode 30 April hingga 15 Juni 2026.

Kepala Dinas Kominfo Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin mengatakan, secara teknologi dan infrastruktur, layanan Helita berjalan andal. Tantangan terbesar masih terletak pada perubahan kebiasaan masyarakat dari layanan konvensional menuju layanan digital.

"Secara performa teknologi dan infrastruktur, sistem Helita bekerja sangat andal," kata Asep dalam keterangan tertulisnya dikutip Sabtu, 19 Juni 2026.


Ia tak menampik masih terdapat pekerjaan rumah besar untuk mendorong masyarakat menggunakan layanan digital secara mandiri, khususnya pada layanan perizinan dan penanganan keluhan fisik.

Selama 47 hari masa evaluasi, Helita melayani 974 percakapan dengan total 10.257 pesan. Tingkat penyelesaian percakapan tercatat mencapai 25 persen, dengan rata-rata waktu respons 429 milidetik. Layanan tersebut juga mendapat nilai 4,3 dari skala lima berdasarkan 250 ulasan pengguna.

Dari indikator kinerja utama atau key performance indicators (KPI) operasional, selurusnya telah memenuhi ambang batas yang ditetapkan. Tingkat ketersediaan sistem, misalnya, mencapai 93,33 persen atau melampaui target minimal 90 persen.

"Alhamdulillah, ketersediaan sistem aman di atas ambang batas," ujar Asep.

Layanan publik warga Tangsel ini sempat terjadi gangguan pada 29 Mei dan 4 Juni 2026 yang dipicu kendala layanan Cloudflare sehingga dikategorikan sebagai gangguan eksternal pihak ketiga.

Untuk penanganan keluhan teknis, kepatuhan terhadap standar layanan atau service level agreement (SLA) mencapai 90 persen. Tim teknis telah menyelesaikan 45 dari total 50 tiket pengembang yang masuk.

Sementara itu, tingkat keberhasilan percakapan mencapai 85,93 persen, masih berada dalam rentang target 85 hingga 93 persen.

"Memang tercatat ada 110 percakapan yang terpaksa dialihkan ke penanganan manual, tetapi itu terjadi akibat kanal WhatsApp API gateway yang sempat terkena banned," jelasnya.

Dalam evaluasi tersebut, layanan perizinan menjadi topik kedua yang paling banyak ditanyakan warga kepada Helita. Tercatat 251 percakapan atau 25,8 persen membahas persyaratan dokumen, pembuatan akun SIMPONIE, alur permohonan, hingga estimasi penyelesaian izin.

Ia berujar, tingginya minat warga untuk berkonsultasi belum sejalan dengan tingkat penyelesaian proses perizinan secara digital. Dari 251 percakapan terkait perizinan, hanya empat pengguna yang berhasil menyelesaikan pembuatan akun SIMPONIE melalui Helita. Sementara pengguna yang melanjutkan hingga mengajukan berkas perizinan secara mandiri tercatat sebanyak sembilan orang.

"Secara infrastruktur, sistem aplikasi kami sudah siap dan aman. Namun, proses transisi menuju layanan digital yang sepenuhnya mandiri memang memerlukan waktu dan pendampingan lebih lanjut," tandasnya.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya