Berita

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso. (Foto: RMOL)

Hukum

IPW Curiga Ada Upaya Adu Domba Polri dan Kejaksaan dalam Kasus Aseng

SABTU, 20 JUNI 2026 | 12:03 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menyoroti munculnya isu kedekatan tersangka kasus dugaan korupsi IUP PT QSS, Sudianto alias Aseng, dengan mantan Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Pipit Rismanto.

Menurut Sugeng, isu tersebut mencuat setelah Aseng ditangkap dan kemudian dikaitkan dengan Irjen Pipit.

"Ditangkapnya Aseng yang dari mulutnya keluar isu kedekatannya dengan mantan Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit. Tapi itu baru isu yang kemudian ditanggapi oleh Kejaksaan," kata Sugeng dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 20 Juni 2026.


Sugeng menduga ada pihak-pihak tertentu yang berupaya membenturkan institusi Polri dengan Kejaksaan melalui pengembangan isu tersebut. Menurutnya, proses penegakan hukum harus berjalan secara objektif tanpa dipengaruhi kepentingan kelompok maupun individu tertentu.

"Penegakan hukum harus berjalan objektif tanpa terpengaruh kepentingan kelompok atau individu. Yang dibutuhkan masyarakat adalah kepastian hukum," ujarnya.

Ia menilai, jika narasi tersebut terus dikembangkan, publik dapat menilai seolah-olah terdapat hubungan yang tidak harmonis antara Polri dan Kejaksaan.

"Ini sebetulnya tidak sehat bagi masyarakat. Harusnya ada penegakan hukum yang benar," tegasnya.

Karena itu, Sugeng meminta kedua institusi penegak hukum tersebut duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan secara jernih dan profesional. Di sisi lain, ia menekankan pentingnya transparansi apabila memang ditemukan pelanggaran yang dilakukan oknum dari masing-masing institusi.

"Kalau menurut saya semua pihak harus transparan. Bagaimana pelanggaran hukum setiap oknum itu diungkap secara terbuka," pungkasnya.

Sugeng sebelumnya mengungkap kabar pemeriksaan Irjen Pipit oleh Divisi Propam Polri. Sugeng menduga, pemeriksaan tersebut berkaitan dengan pengusutan kasus dugaan korupsi tata kelola izin usaha pertambangan (IUP) PT Quality Success Sejahtera (QSS) yang menjerat Sudianto alias Aseng.

Aseng sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung dalam kasus dugaan korupsi tata kelola IUP bauksit di Kalimantan Barat periode 2017-2025.

Aseng diduga mengendalikan aktivitas PT QSS yang melakukan penambangan bauksit di luar wilayah IUP yang dimiliki perusahaan. Hasil tambang tersebut kemudian diduga dijual dan diekspor menggunakan dokumen resmi PT QSS. Penyidik juga menduga adanya keterlibatan penyelenggara negara dalam praktik tersebut.

Dalam pengembangan perkara, Kejagung kembali menetapkan empat tersangka baru, yakni YA selaku Komisaris PT QSS, AP selaku Direktur PT QSS, IA selaku konsultan perizinan PT QSS sekaligus Direktur PT BMU, serta HSFD yang merupakan analis pertambangan pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Sidang 6 Agustus Bukan Kemenangan yang Dianulir

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:05

Jakarta Libatkan Kawasan Aglomerasi dalam Lestarikan Budaya Betawi

Jumat, 31 Juli 2026 | 04:01

Pengurangan Timbulan Sampah Plastik Bisa Dimulai dari Pasar Tradisional

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:44

Timnas Garuda Bidik Tiga Poin dari Timor Leste

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:17

Hariman hingga Bursah Zarnubi Ramaikan Peluncuran Enam Buku Isti Nugroho

Jumat, 31 Juli 2026 | 03:00

Wakapolri-Wamenhut Konsolidasi Hadapi El Nino dan Karhutla

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:23

Pembunuh Perempuan di Kamar Kos di Grogol Petamburan Dibekuk

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:13

Fahira Idris Sodorkan Tujuh Rekomendasi Bangun Jakarta

Jumat, 31 Juli 2026 | 02:02

Kawasan Transmigrasi Harus Punya Daya Tarik Investasi

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:39

Peluncuran Enam Buku

Jumat, 31 Juli 2026 | 01:28

Selengkapnya