Berita

Ilustrasi (Imagined by Babbe)

Bisnis

Dapat Catatan dari MSCI, OJK Janji Bikin Pasar Saham RI Lebih Transparan

SABTU, 20 JUNI 2026 | 11:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berkomitmen untuk terus merombak pasar modal Indonesia. Langkah ini diambil setelah lembaga indeks global, MSCI, memberikan beberapa "catatan merah" terkait masalah transparansi dan aliran informasi di bursa tanah air.

Meski Indonesia tetap aman di dalam kelompok emerging market (pasar berkembang), MSCI menyoroti beberapa hal yang harus segera diperbaiki. Di antaranya adalah kejelasan struktur kepemilikan saham, kualitas arus informasi, serta transparansi pasar.

Menanggapi hal itu, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menilai masukan dari MSCI justru menjadi bahan evaluasi yang sangat berharga. Bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Self Regulatory Organization (SRO), OJK mengaku sudah mencicil berbagai perbaikan demi melindungi investor.


"OJK akan terus melanjutkan reformasi pasar modal guna meningkatkan integritas, transparansi, dan daya saing pasar modal Indonesia di tingkat global," ujar Hasan di Jakarta, Jumat 19 Juni 2026 

Beberapa langkah nyata yang sudah dilakukan regulator antara lain memperketat keterbukaan informasi emiten, membongkar identitas pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO), hingga memperketat pengawasan transaksi saham.

Di sisi lain, Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa sebetulnya data yang dicari investor global sudah tersedia. Namun, pihaknya tetap membuka diri dan akan terus berkomunikasi dengan MSCI agar perbaikan ke depan bisa lebih tepat sasaran.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya