Berita

Taksi Blue Bird (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Blue Bird Tebar Dividen Rp166 per Saham Usai Cetak Rekor Pendapatan Tertinggi

SABTU, 20 JUNI 2026 | 09:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Blue Bird Tbk resmi menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp166 per saham dari tahun buku 2025. 

Angka ini setara dengan dividend payout ratio yang cukup jumbo, yakni mencapai 65,3 persen dari total laba bersih perseroan.

Emiten taksi berlogo burung biru ini baru saja menorehkan kinerja keuangan yang luar biasa sepanjang 2025, bahkan berhasil memecahkan rekor pendapatan tertinggi sepanjang sejarah sejak perusahaan melantai di bursa (IPO).


Komisaris Utama PT Blue Bird Tbk, Bayu Djokosoetono, mengapresiasi ketahanan bisnis perusahaan yang tetap kokoh di tengah persaingan.

"Dewan Komisaris melihat Perseroan mampu menjaga kinerja yang sehat sekaligus mempertahankan disiplin dalam menjalankan strategi jangka panjang. Konsistensi tersebut menjadi fondasi penting bagi Bluebird untuk terus menciptakan nilai bagi pemegang saham," ujar Bayu dalam draf keterangannya usai RUPST di Jakarta, dikutip Sabtu 20 Juni 2026.

Performa positif BIRD sepanjang tahun lalu didukung oleh angka-angka yang solid. Pendapatan bersih tembus Rp5,7 triliun  atau naik pesat 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya. EBITDA terkerek naik 13 persen menjadi Rp1,4 triliun.

Kemudian, laba bersih tumbuh hampir 9 persen menjadi Rp643 miliar. 

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Adrianto Djokosoetono, menyebutkan bahwa kesuksesan ini merupakan buah dari komitmen perusahaan yang terus beradaptasi dengan zaman.

"Pencapaian tahun 2025 menjadi bukti konsistensi Bluebird dalam memperkuat kualitas layanan dan mengembangkan solusi mobilitas yang relevan dengan kebutuhan pelanggan. Fokus pada inovasi, pemanfaatan teknologi, serta perluasan kapasitas operasional terus menjadi pendorong pertumbuhan Perseroan," katanya. 

Ke depan, Andre menegaskan Bluebird akan terus berfokus memperkuat layanan utama, mendongkrak performa aplikasi dan kanal digital, serta menjaga keseimbangan antara efisiensi dan kualitas layanan demi pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Direktur Keuangan Blue Bird, Irawaty Salim, menjelaskan bahwa lonjakan profitabilitas ini dipicu oleh tingginya mobilitas masyarakat, penambahan armada/kapasitas operasional, serta performa lini bisnis non-taksi yang makin berkontribusi besar.

Meski bisnis non-taksi tumbuh, taksi reguler rupanya masih menjadi tulang punggung utama dengan menyumbang 70 persen pendapatan di tahun 2025, dan tetap stabil di angka 69 persen pada kuartal pertama (Q1) tahun ini. Adapun sisa laba bersih yang tidak dibagikan sebagai dividen akan dialokasikan sebagai laba ditahan guna memperkuat modal kerja perusahaan.

Bagi investor yang mengincar dividen ini, recording date atau Hak Pemegang Saham akan dilakukan pada 30 Juni 2026, sedangkan pencairan tau pembayaran dividen dilakukan pada 10 Juli 2026.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya