Berita

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Bisnis

Negara Kantongi Rp17,9 Triliun dari Penertiban Wajib Pajak

RABU, 17 JUNI 2026 | 12:42 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Penerimaan negara dari sektor pajak kembali bertambah Rp17,9 triliun sehingga total tambahan penerimaan hasil penertiban wajib pajak kini mencapai hampir Rp26 triliun. 

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengatakan, tambahan penerimaan itu berasal dari tindak lanjut Direktorat Jenderal Pajak terhadap wajib pajak yang sebelumnya terdeteksi tidak aktif maupun belum memenuhi kewajiban perpajakannya.

"Uang itu ada tambahan Rp17,9 triliun. Jadi per angka terakhir yang sudah kita sampaikan kan sekitar hampir Rp9 triliun. Ada tambahan sehingga sampai hampir Rp26 triliun," kata Bimo di Gedung DPR RI, Rabu, 17 Juni 2026.


Menurutnya, capaian tersebut juga mencakup hasil penertiban terhadap sekitar 200 wajib pajak yang sebelumnya menjadi perhatian Direktorat Jenderal Pajak. Rincian capaian tersebut akan diumumkan secara resmi dalam waktu dekat.

"Nanti akan diumumkan pada saat penyerahan," ujarnya.

Bimo menjelaskan, banyak wajib pajak yang sebelumnya berstatus non-efektif kembali diaktifkan setelah terdeteksi memiliki transaksi usaha.

"Nah, belakangan kita deteksi, oh ternyata mereka mempunyai juga transaksi. Sehingga kita counseling, kita panggil, mereka mulai membetulkan SPT-nya dan mulai aktif lagi," jelasnya.

Ia menambahkan, proses penertiban dilakukan dengan memanfaatkan data perpajakan, termasuk pencocokan transaksi melalui sistem Coretax dan data pihak ketiga.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya