Berita

Sejumlah aliansi mahasiswa saat melakukan unjuk rasa (Foto: RMOL/Bonfilio Mahendra)

Politik

Demonstrasi Mahasiswa Butuh Konsistensi

RABU, 17 JUNI 2026 | 12:24 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Perjuangan mahasiswa dalam menyampaikan kritik terhadap pemerintah membutuhkan konsistensi dan kontinuitas agar aspirasi yang disampaikan mendapat perhatian serius dari pengambil kebijakan.

Menurut pengamat politik Adi Prayitno, demonstrasi tidak selalu menghasilkan perubahan kebijakan secara instan. Sebab, pemerintah juga memiliki data, pertimbangan, dan referensi tersendiri dalam mengambil keputusan.

"Unjuk rasa mungkin tidak langsung didengarkan oleh pemerintah sebagai keputusan yang mesti diubah. Karena pemerintah juga punya data dan referensi," kata Adi Prayitno lewat kanal Youtube miliknya, Rabu, 17 Juni 2026.


Direktur Parameter Politik Indonesia itu mengatakan, kelompok mahasiswa tidak boleh patah semangat jika tuntutan yang disampaikan belum langsung direspons. Dalam sistem demokrasi, perubahan sering kali membutuhkan proses panjang dan dilakukan melalui berbagai bentuk tekanan publik yang berkelanjutan.

"Kalau hari ini tidak didengarkan, besok datang lagi. Besok protes lagi. Aspirasi disampaikan secara terbuka dan dengan cara-cara yang elegan. Karena perjuangan politik apa pun di negara kita membutuhkan konsistensi, komitmen, dan kontinuitas," ujarnya.

Adi mengaku memahami betul dinamika perjuangan mahasiswa karena pernah merasakan langsung menjadi aktivis yang turun ke jalan menyampaikan kritik terhadap pemerintah.

"Pengalaman kita di jalanan aspal, kulit jadi hitam, harus menghadapi water cannon dan seterusnya. Kita memahami bahwa dibutuhkan begitu banyak langkah dan protes agar kekuasaan melihat bahwa masukan yang datang dari mahasiswa dan kelompok kritis cukup rasional dan layak dipertimbangkan," katanya.

Meski demikian, Adi mengingatkan bahwa mahasiswa juga perlu memahami bahwa pemerintah memiliki sudut pandang dan keyakinan yang belum tentu sama dengan kelompok pengkritik.

"Kalau kalangan aktivis mahasiswa dan kelompok demokrasi punya keyakinan terkait penilaian mereka terhadap pemerintah, kita juga harus memahami bahwa pemerintah punya keyakinan dan fakta yang mungkin berbeda," jelasnya.

Karena itu, ia memandang perlu adanya ruang pertemuan antara kelompok yang berada di dalam kekuasaan dan kelompok di luar kekuasaan yang menjalankan fungsi kontrol melalui kritik dan protes.

"Di antara dua mazhab ini, mazhab orang dalam kekuasaan dan mazhab orang luar kekuasaan yang menjadi kelompok protes, menurut saya memang harus ada titik temu," tuturnya.

Adi berharap berbagai aksi dan kritik yang terus disampaikan mahasiswa dapat mendorong pemerintah melakukan evaluasi terhadap sejumlah persoalan yang masih dihadapi bangsa.

"Kita berharap dari lubuk hati yang paling dalam, di antara begitu banyak protes yang dilakukan mahasiswa, secara perlahan pemerintah juga melihat secara seksama bahwa memang ada persoalan yang cukup serius di negara kita yang harus segera dievaluasi dan dilakukan perbaikan," pungkasnya.



Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Prabowonomics dalam Desain APBN 2027

Kamis, 20 Agustus 2026 | 04:17

BRI KKB National Expo 2026 Hadir di 131 Lokasi dan Torehkan Rekor MURI

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:48

Sikap Amien Rais Makin Plinplan dan Mirip Sengkuni

Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:14

PBB Dorong PT Timah Serap Hasil Timah Masyarakat Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:45

Truk Karnaval Kementerian PU Hadirkan Pesan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Kamis, 20 Agustus 2026 | 02:16

Pernyataan Agus Burate soal 5 WN China di Tambang Emas Dibantah Keluarga

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:42

Jalan Harmoni, Potret Toleransi di Jantung George Town

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:37

Sindikat Meterai Palsu yang Bikin Negara Boncos Rp1 Triliun Dibongkar Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 01:21

Komisi V DPR Usul Kapal Penumpang dan Pengangkut Barang Dipisah

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:59

Jampidsus Diminta Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jiwasraya dan Asabri

Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:35

Selengkapnya