Berita

Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (DEMA PTKIN). (Foto: Istimewa)

Politik

Dema PTKIN Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM jadi Arena Pembungkaman

RABU, 17 JUNI 2026 | 10:51 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pembubaran forum diskusi ilmiah yang berlangsung di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) akhir pekan lalu menuai kecaman dari Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (DEMA PTKIN). 

Koordinator Pusat DEMA PTKIN Seluruh Indonesia, M. Miftahul Rizky menilai, peristiwa tersebut menjadi alarm bagi kondisi demokrasi dan kebebasan akademik di lingkungan perguruan tinggi, terutama ketika ruang dialog justru terhambat oleh tindakan yang berujung pada penghentian kegiatan diskusi.

"DEMA PTKIN Seluruh Indonesia menyampaikan keprihatinan sekaligus menegaskan pentingnya menjaga kampus sebagai ruang terbuka bagi pertukaran gagasan dan penyelesaian persoalan bangsa melalui jalur intelektual," kata Miftahul dalam keterangannya, Rabu, 17 Juni 2026.


Dia tak memungkiri hak konstitusional mahasiswa, untuk menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap berbagai kebijakan publik. Namun menurutnya, kebebasan tersebut harus diwujudkan melalui cara-cara yang bertanggung jawab serta tetap menghormati hak pihak lain untuk menyampaikan pandangan.

"Kami mendukung kebebasan berekspresi dan hak mahasiswa untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan publik secara terbuka dan bertanggung jawab," sambungnya menegaskan.

Menurutnya, tradisi dialog dan diskusi merupakan identitas yang tidak dapat dipisahkan dari dunia akademik. Kampus sejak lama dikenal sebagai ruang lahirnya gagasan-gagasan kritis, tempat bertemunya berbagai perspektif, sekaligus wadah mencari solusi atas beragam tantangan yang dihadapi bangsa.

Ia menilai bahwa penghentian sebuah forum diskusi melalui tindakan pembubaran justru berpotensi mengikis budaya akademik yang sehat. Perbedaan pandangan semestinya disikapi dengan argumentasi, adu gagasan, dan pertukaran pemikiran secara terbuka, bukan dengan menutup ruang diskusi yang tersedia.

"Dialog dan diskusi merupakan bagian penting dari perjuangan mahasiswa dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan bangsa. Mari bersama-sama menjaga kampus sebagai ruang yang aman, terbuka, dan demokratis bagi pertukaran gagasan dari berbagai latar belakang," tuturnya.

"Kami juga mengajak pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil untuk memperluas ruang diskusi publik yang sehat dan partisipatif," demikian Miftahul menambahkan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya