Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Energi Turun, Bursa Eropa Menghijau

RABU, 17 JUNI 2026 | 07:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa 16 Juni 2026, didorong oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai dapat meredakan ketegangan geopolitik serta menjaga kelancaran pasokan energi global.

Indeks pan-Eropa STOXX 600 naik 0,2 persen ke level 636, sementara Euro STOXX 50 menguat 0,4 persen menjadi 6.255. 

Sentimen positif muncul setelah AS dan Iran mempertahankan rencana penandatanganan nota kesepahaman pada Jumat mendatang, yang diharapkan membuka jalan bagi pemulihan arus pelayaran melalui Selat Hormuz. Harapan tersebut menekan harga minyak dan meredakan kekhawatiran inflasi, sehingga mendukung aset berisiko.


Sektor keuangan menjadi pendorong utama penguatan pasar. Saham bank menguat seiring turunnya imbal hasil obligasi dan membaiknya prospek kredit. UniCredit melonjak lebih dari 4 persen, sementara BBVA dan Intesa Sanpaolo masing-masing naik lebih dari 2 persen. 

Saham industri juga mencatat kinerja solid, dipimpin oleh Safran dan Schneider Electric yang menguat sekitar 2,5 persen.

Di Jerman, indeks DAX 40 ditutup naik tipis ke 24.910, memperpanjang reli menjadi empat sesi beruntun dan bertahan dekat level tertinggi dua pekan. Penguatan ditopang sektor perbankan, asuransi, dan industri, meski saham teknologi serta otomotif masih tertekan.

Sementara itu, indeks CAC 40 Prancis naik 0,7 persen ke level 8.447, tertinggi dalam dua bulan. Selain saham keuangan, sektor barang mewah turut menguat dengan kenaikan pada LVMH dan Hermès. 

Di Inggris, FTSE 100 juga menguat 0,7 persen, didukung saham perbankan dan industri, termasuk Rolls-Royce serta Babcock.

Kinerja terbaik di antara bursa utama Eropa dicatat oleh FTSE MIB Italia yang melonjak 1,1 persen ke 52.421. Penguatan didorong oleh reli sektor keuangan, terutama UniCredit, di tengah perkembangan proses akuisisi Commerzbank. 

Secara keseluruhan, meredanya kekhawatiran inflasi akibat penurunan harga energi dan optimisme terhadap hubungan AS-Iran menjadi faktor utama yang menopang pasar saham Eropa.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya