Berita

Universitas Binawan menjalin kemitraan bersama dua perguruan tinggi terkemuka di Eropa, yaitu IMC Krems University of Applied Sciences di Austria dan bbw Hochschule University of Applied Sciences di Jerman (Foto: Istimewa)

Bisnis

Universitas Binawan Buka Akses Penyetaraan Kualifikasi Nakes Indonesia di Uni Eropa

SELASA, 16 JUNI 2026 | 12:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kebutuhan akan tenaga kesehatan yang kompeten dan diakui secara global kini menjadi prioritas utama dalam mendongkrak daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia di kancah internasional. 

Berangkat dari alasan mendasar tersebut, Universitas Binawan bergerak cepat memperluas jejaring globalnya dengan menjalin kemitraan strategis bersama dua perguruan tinggi terkemuka di Eropa, yaitu IMC Krems University of Applied Sciences di Austria dan bbw Hochschule University of Applied Sciences di Jerman. 

Langkah ini diambil demi membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa dan dosen untuk menempuh pendidikan, riset, serta berkarier di tingkat dunia.


Komitmen besar ini diresmikan secara langsung dalam rangkaian kunjungan kerja Universitas Binawan ke Austria dan Jerman pada pekan lalu, Kamis 11 Juni 2026. Penandatanganan kerja sama ini menjadi bagian dari strategi nyata kampus dalam menghadirkan pendidikan bermutu tinggi yang diakui secara global.

Prosesi penting ini dihadiri oleh delegasi Universitas Binawan yang dipimpin oleh Ketua Yayasan Binawan, Said Saleh Alwaini, serta Wakil Rektor Tata Kelola, Sumber Daya, dan Kemitraan Strategis, Farouk Abdullah Alwyni. 

Dari pihak Eropa, kerja sama disepakati bersama pimpinan kedua institusi, termasuk CEO IMC Krems Dr. Udo Brandle, Prof. Dr. Markus Golla (IMC Krems), Presiden Interim bbw Hochschule Prof. Dr. René Brunotte, Dr. Nadine Scharfenort, dan Prof. Dr. Juan Ocampo.

Kemitraan dengan IMC Krems secara khusus diarahkan pada penguatan sektor kesehatan, dengan fokus Utama mengembangkan kompetensi tenaga kesehatan Indonesia agar memenuhi standar internasional.

Melalui program sinergis ini, para perawat Indonesia akan mendapatkan jalur penyetaraan kualifikasi resmi agar dapat berkarier di Austria dan seluruh kawasan Uni Eropa. 

Selain itu, kolaborasi ini diwujudkan melalui beberapa program konkret, yaitu penyusunan kurikulum bersama (joint curriculum), program magang internasional dan pertukaran mahasiswa serta dosen, mobilitas akademik dan riset kolaboratif di bidang Kesehatan, serta penyelenggaraan seminar internasional sebagai wadah pertukaran ilmu lintas negara.

Sementara itu, kolaborasi dengan bbw Hochschule akan melengkapi penguatan mutu pendidikan melalui program gelar ganda (dual degree), penelitian bersama, dan mobilitas akademik pada berbagai disiplin ilmu lainnya.

Wakil Rektor Universitas Binawan, Farouk Abdullah Alwyni, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk membekali generasi muda Indonesia dalam menghadapi ketatnya persaingan global.

“Kami meyakini bahwa pendidikan tinggi harus mampu membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa untuk belajar, berkolaborasi, dan berkembang di lingkungan global," ujar Farouk dalam pernyataan yang dikutip redaksi pada Selasa 16 Juni 2026.

Ia menegaskan, melalui kemitraan dengan IMC Krems dan bbw Hochschule, Universitas Binawan ingin menghadirkan kesempatan nyata bagi mahasiswa Indonesia, khususnya mahasiswa Binawan, untuk memperoleh pengalaman internasional yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa depan,

Potensi besar Indonesia dalam menyalurkan tenaga medis berkualitas tinggi juga diakui oleh pihak Eropa. CEO IMC Krems, Dr. Udo Brandle, melihat kolaborasi ini sebagai fondasi kuat yang saling menguntungkan kedua belah pihak.

“Kami melihat peluang yang sangat baik untuk membangun kerja sama jangka panjang dengan Universitas Binawan. Kolaborasi ini akan memperkuat pertukaran pengetahuan, meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan, serta mendukung pengembangan tenaga kesehatan yang siap menjawab tantangan global,” katanya.

Apresiasi serupa datang dari Presiden Interim bbw Hochschule, Prof. Dr. René Brunotte, yang menekankan pentingnya jaringan internasional agar perguruan tinggi tetap adaptif terhadap perubahan zaman.

“Kemitraan internasional memungkinkan institusi pendidikan untuk saling berbagi pengalaman, perspektif, dan praktik terbaik. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, dan masyarakat di kedua negara,” ujar Brunotte.

Bagi Universitas Binawan, kolaborasi ini bukan sekadar seremoni di atas kertas. Ini adalah langkah nyata dalam mempertemukan dunia akademik dengan kebutuhan industri global, sekaligus membuka jalur mobilitas karier internasional yang lebih luas bagi talenta muda Indonesia.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya