Berita

Wisatawan di Bali. (Foto: Istimewa)

Politik

Krisis Geopolitik Tidak Goyahkan Pariwisata Bali

SELASA, 16 JUNI 2026 | 06:23 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Krisis geopolitik yang tengah melanda berbagai kawasan dunia, termasuk eskalasi konflik Iran-Israel yang memicu ketidakpastian ekonomi dunia serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata Bali.

Anggota DPR sekaligus Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia, Bambang Soesatyo (Bamsoet) melihat Bali tetap menunjukkan daya tahan yang kuat sebagai destinasi wisata internasional unggulan Indonesia. 

Arus kunjungan wisatawan mancanegara terus meningkat dan aktivitas ekonomi pariwisata bergerak stabil di tengah berbagai tekanan eksternal yang sedang mengguncang perekonomian dunia.


"Wisatawan mancanegara tetap datang dalam jumlah besar karena daya tarik Bali sudah menjadi bagian dari destinasi wisata dunia yang sulit tergantikan," kata Bamsoet, dikutip Selasa 16 Juni 2026.

Bamsoet menjelaskan, industri pariwisata Bali selama bertahun-tahun telah teruji menghadapi berbagai tantangan dunia. Mulai dari krisis keuangan internasional, pandemi Covid-19, konflik geopolitik, hingga gejolak ekonomi dunia. 

Pengalaman tersebut membuat para pelaku industri wisata di Bali lebih adaptif dalam menyusun strategi pemasaran, diversifikasi pasar wisatawan, serta meningkatkan kualitas layanan agar tetap kompetitif di tingkat internasional.

"Ketika satu pasar mengalami perlambatan, mereka mampu mengalihkan fokus ke pasar lain yang sedang tumbuh. Fleksibilitas inilah yang membuat industri pariwisata Bali tetap tangguh dalam menghadapi berbagai krisis," kata Bamsoet.

Di sisi lain, lanjut Bamsoet, pelemahan rupiah juga memberikan dampak positif terhadap penerimaan devisa pariwisata. Setiap dolar yang dibelanjakan wisatawan asing di Bali menghasilkan nilai tukar yang lebih tinggi dalam rupiah. 

Kondisi tersebut memberikan manfaat bagi pelaku usaha perhotelan, restoran, transportasi wisata, pelaku UMKM, industri kreatif, hingga para pekerja yang menggantungkan pendapatannya pada sektor pariwisata.

"Yang terpenting adalah menjaga kualitas layanan dan kenyamanan wisatawan," kata Bamsoet.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya