Berita

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sambut kesepakatan damai antara AS dan Iran (Unggahan akun X @RTErdogan)

Dunia

Erdogan Sambut Kesepakatan AS-Iran, Minta Semua Pihak Hindari Provokasi

SENIN, 15 JUNI 2026 | 10:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Turki Recep Tayyip Erdo?an menyambut positif kabar mengenai tercapainya kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang disebut-sebut akan mengakhiri ketegangan di Timur Tengah. 

Dalam pernyataannya di media sosial, Erdogan menilai kesepakatan tersebut sebagai langkah penting untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas kawasan yang selama ini dilanda konflik.

"Saya memandang kesepakatan yang dicapai antara Amerika Serikat dan Iran sebagai perkembangan penting untuk membangun perdamaian dan ketenangan di kawasan kita, dan saya menyambutnya dengan penuh kepuasan," tulis Erdogan, dikutip Senin 15 Juni 2026.


Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya mengklaim bahwa kesepakatan dengan Iran telah selesai dan akan segera ditandatangani. Trump juga menyatakan bahwa kesepakatan tersebut akan membuka jalan bagi berakhirnya konflik, pemulihan stabilitas kawasan, serta dibukanya kembali Selat Hormuz untuk pelayaran internasional dan pengiriman minyak dunia.

Menurut Erdogan, dunia telah lama menantikan kabar seperti ini. Ia berharap kesepakatan tersebut dapat menjadi awal dari terciptanya perdamaian dan keamanan yang berkelanjutan di Timur Tengah.

"Saya dengan tulus berharap kabar yang telah lama dibutuhkan dunia ini akan membuka jalan bagi terciptanya lingkungan perdamaian dan keamanan yang langgeng di kawasan kita," ujarnya.

Meski optimistis, Erdogan juga mengingatkan semua pihak agar tidak melakukan tindakan yang dapat menggagalkan proses perdamaian. Ia menekankan pentingnya menghindari retorika yang memicu ketegangan, provokasi, maupun langkah-langkah yang berpotensi memperburuk situasi menjelang penandatanganan resmi kesepakatan.

"Saya menegaskan perlunya menghindari retorika, provokasi, dan tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan menjelang penandatanganan perjanjian, serta tetap waspada terhadap kemungkinan sabotase," kata Erdogan.

Dalam kesempatan yang sama, Erdogan memberikan apresiasi kepada Pakistan yang disebut berperan sebagai mediator utama dalam proses negosiasi. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para pemimpin AS dan Iran yang terlibat langsung dalam upaya mencapai kesepakatan tersebut. 

Selain itu, Erdogan menyampaikan penghargaan kepada Qatar dan Arab Saudi atas dukungan mereka terhadap berbagai inisiatif diplomatik selama proses berlangsung.

Erdogan juga menegaskan bahwa Turki akan terus mendukung setiap upaya yang bertujuan menciptakan perdamaian, stabilitas, dan ketenangan di kawasan. Ia menegaskan bahwa solusi jangka panjang hanya dapat dicapai melalui diplomasi dan penghormatan terhadap hukum internasional.

"Turki akan terus mendukung semua upaya yang bertujuan mewujudkan perdamaian, stabilitas, dan ketenangan di kawasan kami, serta berkontribusi pada solusi yang langgeng berdasarkan diplomasi dan hukum internasional," tegasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Langkah Prabowo Masukkan Budaya LGBTQ Ancaman Nonmiliter Patut Didukung

Minggu, 05 Juli 2026 | 08:18

Kenduri Cinta Tantang Jokowi Dialog Terbuka soal Ijazah

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:31

Program Kopdes Tak Boleh Abaikan Prinsip HAM

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:19

Wacana Dua Periode Anyep Bikin Relawan Beralih Dukung Gibran Maju Capres

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:05

Anomali Gembok Rp1 Juta Ditjenpas

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:53

JPU Kasus Ijazah Jokowi Bikin Takut Narasumber Hadiri Diskusi di Televisi

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:46

Burung Bicara Sebelas Kata

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:34

Eropa dalam Perang Salib Pertama (1096-1099)

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:27

Penalti Mbappe Bawa Les Bleus ke Perempat Final

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:21

Keuntungan BUMN Jadi Energi Baru Pembangunan

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:06

Selengkapnya