Berita

Pengumuman Presiden AS Donald Trump soal kesepakatan damai dengan Iran (Unggahan akun Truth Social @realDonaldTrump)

Dunia

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Pekan Ini

SENIN, 15 JUNI 2026 | 07:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Amerika Serikat dan Iran dikabarkan telah mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri perang yang membayangi hubungan kedua negara. Penandatanganan resmi perjanjian tersebut dijadwalkan berlangsung Jumat mendatang di Swiss.

Kabar ini pertama kali diumumkan oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif via media sosial pada Senin dini hari, yang tak lama kemudian dikonfirmasi oleh Presiden AS Donald Trump melalui platform Truth Social dan akun resmi Gedung Putih.

"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai," tulis Trump, Senin 15 Juni 2026. 


Meski rincian lengkapnya belum dibuka ke publik, PM Sharif membeberkan bahwa perjanjian ini mencakup penghentian segera dan permanen seluruh operasi militer di berbagai front, termasuk Lebanon.

Berdasarkan draf awal dan konfirmasi lanjutan dari Trump, kesepakatan ini juga mengatur:

- Pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa pungutan biaya.
- Pengakhiran blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
- Pembebasan aset Iran yang dibekukan AS senilai 25 miliar Dolar AS.
- Untuk nuklir, Iran sepakat tidak memproduksi/memperoleh senjata nuklir serta mempertahankan status quo program nuklirnya (termasuk menyetop pengayaan uranium dan perluasan fasilitas). Isu nuklir ini akan dinegosiasikan lebih lanjut dalam waktu 60 hari.

Menyambut pembukaan jalur laut tersebut, Trump menulis di media sosialnya:  "Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!"

Kesepakatan ini tercapai di tengah memanasnya situasi akibat serangan Israel ke pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pada hari Minggu. Serangan yang menargetkan kelompok Hizbullah sokongan Iran itu memicu kritik keras dari Teheran maupun Trump.

Negosiator Iran Mohammad Baqer Qalibaf menilai serangan tersebut membuktikan AS tidak berkomitmen. Kemenlu Iran turut menyalahkan Washington dan militer Iran mengancam akan menyerang "jantung musuh" sebagai balasan.

Sementara, Trump menyayangkan aksi Israel. Ia menyatakan serangan ke Beirut seharusnya tidak terjadi di saat AS-Iran sudah sangat dekat dengan perdamaian.

Sementara itu, pemerintah Israel menegaskan pihaknya bukan bagian dari kesepakatan AS-Iran. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dilaporkan berbeda pandangan dengan Trump, terutama terkait desakan AS agar Israel membatasi operasi militernya di Lebanon demi memuluskan jalan perdamaian dengan Teheran. Konflik Israel-Hizbullah sendiri terus membara sejak perang antara AS-Israel melawan Iran pecah pada akhir Februari lalu.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya