Berita

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah. (Foto: Istimewa)

Politik

Di Balik IMF dan Bank Dunia Ada Kekuatan Global Bernama Committee 300

SENIN, 15 JUNI 2026 | 00:03 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Wacana mengenai adanya kekuatan elite global yang bekerja di balik layar politik dan ekonomi dunia kembali mengemuka. 

Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai lembaga-lembaga internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia hanyalah instrumen dari kelompok yang lebih besar yang disebutnya sebagai Committee 300.

Menurut Amir, kelompok tersebut memiliki agenda besar membentuk New World Order atau Tatanan Dunia Baru melalui penguasaan sumber daya alam, sistem keuangan global, serta pengaruh terhadap institusi pemerintahan di berbagai negara.


“IMF dan Bank Dunia hanyalah alat. Di atas mereka ada kekuatan yang lebih besar yang mengatur arah kebijakan global,” kata Amir, dikutip Minggu 14 Juni 2026.

Istilah Committee 300 pertama kali populer melalui buku yang ditulis mantan perwira intelijen Inggris John Coleman pada awal 1990-an. Dalam bukunya, Coleman mengklaim terdapat kelompok elite internasional yang beranggotakan tokoh-tokoh berpengaruh dunia yang secara rahasia mengendalikan arah politik dan ekonomi global.

Committee 300 meyakini bahwa berbagai konflik, krisis ekonomi, hingga pergantian rezim di sejumlah negara merupakan bagian dari agenda besar kelompok tersebut.

Dalam narasi yang berkembang, Raja Inggris disebut sebagai salah satu figur sentral yang memiliki pengaruh terhadap jaringan global tersebut. Amir Hamzah bahkan menyebut Raja Charles III sebagai pemimpin terkini Committee 300.

Salah satu alasan Committee 300 mendapat perhatian di Indonesia tidak terlepas dari pengalaman bangsa saat menghadapi krisis moneter 1997-1998.

Pada masa itu, Indonesia menerima paket bantuan IMF yang disertai berbagai persyaratan melalui Letter of Intent (LoI). Kebijakan tersebut memicu perdebatan panjang karena sebagian kalangan menilai syarat-syarat IMF ikut mempercepat restrukturisasi ekonomi yang berdampak luas terhadap dunia usaha nasional.

Dalam pandangan Amir, terdapat upaya untuk mengulang pola yang sama terhadap Indonesia. Namun ia menilai Presiden Prabowo Subianto mengambil posisi berbeda dengan menolak ketergantungan terhadap skema bantuan internasional yang dinilai dapat mengurangi kedaulatan ekonomi nasional.

“Indonesia berdiri di atas kaki sendiri dan tidak boleh masuk kembali ke jebakan yang sama seperti tahun 1998,” kata Amir.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya