Berita

Ilustrasi

Bisnis

Danantara Terbitkan Obligasi Global Perdana Rp26 Triliun

JUMAT, 12 JUNI 2026 | 22:09 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Danantara Indonesia melalui Danantara Investment Management (DIM) menerbitkan obligasi internasional perdana senilai 1,5 miliar Dolar AS atau setara sekitar Rp26 triliun.

Penerbitan surat utang tersebut dilakukan di tengah kondisi ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian, mulai dari tensi geopolitik hingga kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury).

Danantara mengatakan instrumen utang itu mendapat respons positif dari investor global, dengan tingginya minat pemesanan tersebut. Total permintaan investor bahkan disebut mencapai 4,6 miliar Dolar AS atau sekitar tiga kali lipat dari nilai obligasi yang ditawarkan.


"Antusiasme investor global terlihat dari nilai peak orderbook yang mencapai sekitar 4,6 miliar Dolar AS, atau lebih dari tiga kali total nilai penerbitan," tulis Danantara dalam keterangan resminya pada Jumat, 12 Juni 2026.

Adapun investor yang berpartisipasi berasal dari berbagai kawasan, antara lain Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Asia. Sebagian besar merupakan investor institusi.

Menurut Danantara, tingginya minat investor tersebut mencerminkan penilaian positif pasar terhadap prospek lembaga pengelola investasi milik negara tersebut.

"Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Danantara Indonesia dipandang memiliki fundamental, tata kelola, dan prospek jangka panjang yang kuat, sehingga tetap menjadi tujuan investasi bagi investor global bereputasi tinggi," tambahnya.

Dana hasil penerbitan obligasi itu akan menambah sumber pendanaan Danantara dalam menjalankan mandat investasinya. Keberhasilan penawaran obligasi perdana ini juga diharapkan dapat memperluas akses pendanaan dari pasar keuangan internasional.

"Kepercayaan yang diberikan pasar internasional ini juga diharapkan dapat memperkuat keyakinan investor domestik dan masyarakat luas terhadap kekuatan kerangka institusional Danantara Indonesia," tandasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya